bisnis
USUNG Filosofi Leadership dari Lawar Serta Transformasi Budaya BPR Kanti, Ini Impian Made Amitaba
Mengaduk lawar, kata dia, adalah proses tidak hanya membuat makanan saja tetapi juga terselip proses kepemimpinan.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, melahirkan sebuah buku dengan tajuk ‘Lawar Leadership’ berisikan filosofi tentang makna lawar dan kaitannya dalam kepemimpinan.
Mengaduk lawar, kata dia, adalah proses tidak hanya membuat makanan saja tetapi juga terselip proses kepemimpinan.“Buku ini pesannya itu sederhana, bagaimana seseorang mampu meramu, meracik elemen - elemen potensi di angggota tim sendiri, yang tentu memiliki keberagamaan.
Jadi kesuksesan itu, bukan seragam tapi bagaimana keberagaman jadi satu irama, dalam contoh lawar diaduk itu ada unsur garam, bawang, merica, dan lain sebagainya,”sebutnya. Membuat perbedaan menjadi satu kesatuan.
Baca juga: PLN EPI Tanam 2.500 Bibit Pohon untuk Menjaga Pesisir Lombok: Bukan Aksi Simbolis Semata
Baca juga: Distan Denpasar Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban Idul Adha Mulai 19 Mei 2026
Dalam buku cukup tebal dengan sampul biru dongker itu, memaparkan tentang ilmu kepemimpinan yang ada di sekitar. “Kita yang penting bagaimana mampu mencari, mendapatkan ilmu dari lingkungan sekitar, dan itu juga terkait dengan bagaimana kearifan lokal dikemas. Karena pada akhirnya, ilmu itu akan berguna ketika dapat diimplementasikan bagi umum,” tegasnya.
Pembuatan buku ini terbilang cepat, karena semuanya mengalir dan menjadi keseharian Amitaba selama ini. Harapannya, buku ini bisa menjadi sejarah dan dipelajari anak cucu kelak. Tentang bagaimana seorang pemimpin, tidak hanya fokus pada kekuasaan saja, tetapi fokus pada rasa.
Paham situasi dan berbagai persoalan, menyatukan perbedaan dan menangani krisis sehingga bisa terlewati dengan baik. Buku ini juga akan menjadi acuan bagi karyawan BPR Kanti ke depannya. “Saya kebetulan akan membuat transformasi budaya BPR Kanti pada 1 Juni 2026 nanti,”sebutnya.
Acara rencananya digelar di Hongkong Garden, dengan mengundang 600 orang dari berbagai stakeholder. Seperti pemerintah, nasabah, mitra kerja dan bendesa atau tokoh adat. Berbarengan dengan peluncuran buku Lawar Leadership.
“Kenapa transformasi budaya, karena perkembangan dunia itu dinamis. Jadi harus menyesuaikan budaya kerja di perusahaan itu juga, dengan situasi kondisi terkini. Budaya kerja tidak berubah, namun perlu dioptimalisasi sehingga benar-benar menjadi budaya kerja dan perilaku bagi karyawan sampai menjadi kebiasaan,” sebutnya.
| OJK Bakal Batasi Penggunaan Paylater, Pengguna Tak Bisa Asal Buka Banyak Akun, Simak Alasannya! |
|
|---|
| PERTAMINA Siap Beri Sanksi Tegas! Bagi Pangkalan LPG yang Terbukti Lakukan Penyalahgunaan |
|
|---|
| 30 INDIKASI Sistem Keuangan Indonesia Masih Aman Walau Kondisi Perang Timur Tengah Masih Berkecamuk! |
|
|---|
| BANK Semakin Serius Tumbuhkan Bisnis Paylater, Simak Alasannya |
|
|---|
| HARGA Minyakita Capai Rp 15.900 Per Liter, KSP Soroti Saja, Sebut Waspada? Simak Beritanya! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Direktur-Utama-BPR-Kanti-Made-Arya-Amitaba-vwaegwevg.jpg)