Cabuli Anak Dibawah Umur, Udin Terancam 15 Tahun Penjara

Udin diadili karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak tetangga kosnya berinisial YE (13) yang masih dibawah umur.

Tribun Bali/Putu Candra
Foto Udin saat menjalani sidang di PN Denpasar.  
 
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mukhamad Afifudin alias Udin (26) menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, Selasa (25/2/2020).
Udin diadili karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak tetangga kosnya berinisial YE (13) yang masih dibawah umur.
Sebagaimana perbuatannya, Udin terancam dihukum penjara paling lama 15 tahun.
Ini juga berdasarkan dakwaan yang dipasangkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa digelar secara tertutup.
Usai pembacaan dakwaan, sidang dengan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi korban serta ibu dan ayah korban.
Terdakwa sendiri didampingi tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum Peradi (PBH) Denpasar.
Diketahui, pria yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan ini tega melakukan pencabulan terhadap anak yang masih dibawah umur itu lantaran terpengaruh minuman keras.
"Tadi sebelum sidang, dia (terdakwa) mengaku mabuk pada saat itu. Terus di sidang saya tanya ke ibu korban, pada saat itu ibu melihat terdakwa ini seperti apa kondisinya. Dijawab ibu korban, kayak orang mabuk," Ujar Fitrah Octora selaku anggota penasihat hukum terdakwa, seusai sidang.
Atas perbuatannya, Jaksa Ni Luh Wayan Adhi Antari menjerat terdakwa dengan Pasal 82 ayat (1) UU No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah penganti UU No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 76 E UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dimana ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar.
Sebagaimana diungkap dalam surat dakwaan jaksa, tindak pidana pencabulan dilakukan terdakwa ini terjadi pada 7 November 2019 sekitar pukul 02.30 Wita dini hari di sebuah kamar kos di seputaran Kuta, Badung, Bali.
Kala itu, terdakwa awalnya mengirim pesan singkat ke korban melalui aplikasi WhatsApp (WA).
Namun karena chatnya tak kunjung dibalas, terdakwa kemudian mendatangi kamar yang ditempati saksi korban bersama ibu dan ayahnya.
Melihat saksi korban tertidur, terdakwa langsung melancarkan aksi bejatnya.
Padahal saat itu saksi korban sedang tidur disamping ibunya, saksi TM.
Lalu terdakwa menghampiri saksi korban yang tertidur pulas dan menggerayangi tubuh gadis yang berusia 13 tahun itu.
Beruntung saksi TM terbangun dari tidurnya dan langsung berteriak sehingga terdakwa langsung kabur. 
"Dari hasil pemeriksaan visum, pada anak korban berusia 13 tahun ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan tidak ditemukan tanda-tanda persetubuhan," mengutip isi dakwaan Jaksa Adhi.
Masih dalam dakwaan jaksa, akibat perbuatan terdakwa ini saksi korban mengalami trauma karena merasa ketakutan. (*)
Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved