7 Tips Untuk Para Milenial Agar Bisa Sukses di Tempat Kerja
Generasi milenial cenderung tidak sesuai dengan cara kerja lama, tips untuk para milenial agar membuktikan bahwa kamu bisa sukses di tempat kerja
TRIBUN-BALI.COM - Tribunners, apa kamu pernah mendengar kata milenial ?
Biasanya orang-orang berfikir bahwa sebutan tersebut untuk anak muda atau dewasa muda pada saat ini.
Sebagian orang juga mengaitkan milenial dengan konotasi yang buruk.
Seperti “gila gadget” bahkan “narsis dan manja".
• Segeralah Mengundurkan Diri, Jika Hari Pertama Kamu Bekerja Mendapatkan 3 Perilaku Ini
• Raffi Ahmad Kenang Awal Karier Syuting Hanya Dibayar Rp 500 Ribu: Dulu yang Gue Pacarin Masih Kere
• Bisa Makan Enak Meski Uang Mulai Habis, Coba 4 Tips Ini
Seringkali, konotasi-konotasi seperti itu meluas ke cara kerja karyawan milenial.
Karyawan milenial secara kasar terdiri dari orang-orang yang saat ini berusia 21-34 tahun telah membangkitkan banyak hal di tempat kerja.
Chief Commercial Officer Mekari, Sandy Suryanto menjelaskan bagaimana karyawan generasi milenial itu sendiri.
“Milenial itu biasanya mencari passion, rata-rata mereka berpindah karena tempat yang (sekarang) membuat mereka merasa mentok, tidak berkembang. Mereka pengen tempat kerja yang fun, tempat kerja yang lebih fleksibel dan lain-lain. Tetapi jangan lupa dengan produktivitasnya," ucap Sandy saat acara diskusi 'CEO Power Breakfast by Talenta' di Ayana Midplaza, Jakarta, belum lama ini.
Semua ini dapat menjadi masalah persepsi.
Generasi milenial memang tidak suka duduk berjam-jam di balik laptopnya di kantor karena milenial melakukan pekerjaan pada waktu yang fleksibel sesuai dengan jam produktivitas mereka dan menggunakan teknologi sebagai sarana yang lebih produktif.
Jadi, bukan karena mereka tidak menghormati cara lama, tetapi mereka berpikir bahwa ada cara lebih produktif untuk menjadi produktif.
Berikut beberapa tips untuk para milenial agar membuktikan bahwa kamu bisa sukses di tempat kerja !
1. Listen More Than You Talk
Ya, kamu harus tahu bahwa terlalu banyak orang yang membiarkan ego mereka. Mereka merasa bahwa mereka perlu membuktikan pengetahuan mereka dan berbicara dengan semua orang.
Hal yang tidak mereka ketahui, bahwa mendengarkan sama pentingnya. Nikmati apa yang orang bicarakan, dapatkan susana dari sebuah percakapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-generasi-milenial-yang-sedang-bekerja.jpg)