Dampak Virus Corona: Turis ke Bali Menurun Drastis & Sudah Ada Karyawan Restoran Dirumahkan
Dampak virus Corona sangat terasa bagi Bali, khususnya Kabupaten Badung yang bertumpu pada dunia pariwisata.
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ady Sucipto
Dampak Virus Corona: Turis ke Bali Menurun Drastis & Sudah Ada Karyawan Restoran Dirumahkan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Dampak virus Corona sangat terasa bagi Bali, khususnya Kabupaten Badung yang bertumpu pada dunia pariwisata.
Penyebaran Corona di sejumlah negara membuat kunjungan wisatawan dan okupansi (tingkat hunian) hotel di Badung menurun drastis.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali, Putu Astawa, daerah paling terdampak adalah ‘ kampung-kampung turis di Bali ’ seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu.
“Maka dari itu, sudah ada sejumlah hotel yang meliburkan karyawannya beberapa hari,” kata Astawa saat ditemui di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Rabu (26/2).
• PHR Dibebaskan 6 Bulan Kabupaten Terkaya di Bali Ini Terancam Kehilangan Rp 1,6 T, Begini Dampaknya
Selain itu pihaknya juga menerima laporan sudah ada beberapa karyawan yang dirumahkan, seperti restoran yang khusus menyasar pasar wisatawan China.
Astawa mengungkapkan, turis China yang membatalkan kunjungannya ke Bali sampai akhir Februari nanti sekitar 20 ribu sampai 25 ribu.
Dikatakan Astawa, sebuah hotel dengan tidak adanya wisatawan China maka okupansi atau tingkat huniannya berkisar antara 50-60 persen atau rata-rata 55 persen.
“Biasanya okupansi hotel rata-rata dalam keadaan low season adalah 65 persen.
Tetapi dengan adanya kasus Corona ini turun sekitar 10 sampai 15 persen,” ujarnya.
Astawa berharap Pemerintah Pusat membuka penerbangan langsung dengan rute yang lain selain China, seperti penerbangan langsung dari India.
“Karena sementara penerbangan China sudah tidak ada.
Kemudian ada slot di bandara untuk bisa diterbangi pesawat yang lain.
Kebetulan yang sedang mengalami perkembangan untuk datang ke Bali berasal dari India,” jelasnya.
Kunjungan turis India ke Bali menempati urutan ketiga setelah Australia dan China.
Namun masalahnya sampai saat ini belum ada penerbangan langsung dari India ke Bali.
“Atas pertimbangan itulah kita memohon kepada Pemerintah Pusat untuk bisa mengalihkan penerbangan yang tadinya tertunda ke China itu bisa untuk mengangkut turis dari India.
Kita sudah bersurat ke Pusat,” imbuhnya.
Sementara terkait adanya episentrum virus Corona di Korea Selatan (Korsel), Astawa menyatakan belum berdampak pada kunjungan wisatawan Korsel ke Bali.
Seperti diketahui dari data Dispar Bali, kunjungan wisatawan dari Korea Selatan dibandingkan tahun lalu juga ada peningkatan signifikan rata-rata 153 ribu tahun 2018, kemudian tahun 2019 jumlahnya mencapai 250 ribu.
“Ada tren emerging untuk market Korea ini. Hingga saat ini kedatangan turis selain dari China masih berjalan normal,” ucapnya.
Sementara itu, kontribusi Pemerintah Pusat dalam mengatasi persoalan ini, adalah dengan mengalihkan beberapa pertemuan untuk dilaksanakan di Bali.
Seperti Kementerian Pariwisata dan Bank Indonesia (BI) akan mulai melaksanakan pertemuan di Bali pada Maret mendatang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/8-fakta-virus-corona-di-indonesia.jpg)