Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pertashop Pertamininya Pertamina, Dijamin Harga Per Liter Sama dengan Tarif di SPBU

Pertamina memperkenalkan produk "pertamininya" yang diberi nama Pertashop.

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/AA SERI KUSNIARTI
Pertamina memperkenalkan produk "pertamininya" yang diberi nama Pertashop. Pertashop ini dirancang untuk kebutuhan pelaku UKM agar membantu kebutuhan masyarakat dalam pemerataan BBM di daerah-daerah. 

Pertashop Pertamininya Pertamina, Dijamin Harga Per Liter Sama dengan Tarif di SPBU

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertamina memperkenalkan produk "pertamininya" yang diberi nama Pertashop.

Pertashop ini dirancang untuk kebutuhan pelaku UKM agar membantu kebutuhan masyarakat dalam pemerataan BBM di daerah-daerah.

Pertamina menjamin, jika harga per liter BBM akan sama antara Pertashop dan SPBU-SPBU.

Pertamina membuka peluang kerjasama kemitraan bisnis Pertashop kepada Pemerintahan Desa, Koperasi serta pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia.

Pertamina menyebutkan dari 7.196 kecamatan di Indonesia, sebanyak 3.827 kecamatan belum memiliki lembaga penyalur atau SPBU akan dibangun satu outlet Pertashop.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, elpiji dan juga pelumas yang tidak atau belum terlayani lembaga penyalur Pertamina lain.

Ini menjadi peluang usaha bagi mitra Pertamina di perdesaan.

“Ini sejalan dengan program OVOO yakni One Village One Outlet yang dijalankan Pertamina untuk medistribusikan energi hingga ke perdesaan,” terang Fajriyah, Kamis (27/2/2020).

Menurutnya, Pertashop memiliki tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond.

Pertashop jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari, dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi.

Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 Km atau sesuai dengan hasil evaluasi.

Adapaun jenis Platinum, berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

Sementara jenis Platinum berkapasitas penyaluran 3.000 liter perhari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

“Pertamina mengembangkan dua skema kerjasama, yakni skema investasi dengan mitra atau desa atau skema investasi Pertamina,” imbuh Fajriyah.

Pada skema investasi dengan mitra, kata dia, seluruh investasi, baik modal sarana dan infrastruktur maupun modal kerja disiapkan oleh mitra atau desa sehingga keuntungan pun menjadi hak mitra desa sepenuhnya.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid, menambahkan bagi yang berminat kerjasama bisnis Pertashop ini bisa menyiapkan lahan/lokasi yang sesuai dilengkapi dokumen badan usaha atau badan hukum.

“Nanti akan dilakukan survei lapangan, untuk melihat kelayakan dari omset dan jarak dengan SPBU atau lembaga penyalur Pertamina yang telah dibangun sebelumnya,” jelasnya bersama rombongan saat mengunjungi satu Pertashop di Pasar Mengwi.

Setelah itu, pengurusan administrasi perizinaan ke pemda selanjutnya mengajukan desain dan pembangunan dan tahap akhir adalah kontrak kerjasama dengan Pertamina antara 10–20 tahun.

Untuk menyukseskan program ini, Pertamina telah menandatangani kerjasama dengan Kemendagri untuk kemudahan perizinan usaha, dan pada tahap awal pilot project di beberapa desa yang ditunjuk dan selanjutnya akan dikembangkan di daerah lain yang membutuhkan.

“Kerjasama bisnis Pertashop menawarkan proses yang mudah dan sederhana, sehingga target tersedianya outlet di seluruh wilayah Indonesia dapat terwujud secepatnya,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved