Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Akibat Virus Corona, Jemaah Umrah Terancam Terganggu Keberangkatannya

Pemerintah Arab Saudi telah resmi menangguhkan sementara perjalanan umrah untuk jamaah

Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Foto ilustrasi jemaah haji. Isak tangis dan haru mewarnai keberangkatan 60 calon jemaah haji asal Jembrana, Bali, Kamis (25/7/2019), di Gedung Ir Soekarno. 
Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Virus corona kini tengah mengancam daerah negara Timur Tengah seperti Arab Saudi.
Bahkan pemerintah Arab Saudi telah resmi menangguhkan sementara perjalanan umrah untuk jamaah disejumlah negara termasuk Indonesia.
Penundaan ini tentunya secara tidak langsung akan menganggu keberangkatan calon jamaah umrah Indonesia khususnya dari Bali.
Seperti yang diungkapkan oleh Meity Kristianti, salah satu Staff Administrasi Biro Umrah dan Haji Bumi Nata.
Ia mengaku sudah menerima surat edaran dari pemerintah Arab Saudi, namun ia belum menerima surat dari pemerintah Indonesia.
"Dari Pemerintah Arab Saudi sudah beredar. Tadi malam kami terima surat resminya melalui maskapai. Sementara dari pemerintah Indonesia kami masih menunggu kepastian selanjutnya bagaimana," ujarnya.
Namun di sisi lain, ia juga mengakui sudah menerima informasi penundaan pemberangkatan jamaah melalui edaran Serikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia (SAPUHI). 
"Pemberlakuan larangan kunjugan Jamaah Indonesia telah mulai efektif hari ini, (27/2/2020) dengan ditolaknya jamaah saat check-in di beberapa penerbangan menuju Jeddah dan Madinah," paparnya.
Dalam hal ini, Meity mengaku keberangkatan jemaah bergantung pada keputusan Pemerintah Indonesia, ia pun masih menunggu kabar dari pemerintah RI terkait hal ini.
"Arab Saudi sendiri sudah mengeluarkan larangan. Nah untuk pemerintah Indonesia kita masih menunggu. Kita kan tergantung pemerintahan, kalau dibuka ya jalan," paparnya.
Dalam waktu dekat ini tepatnya tanggal 15 Maret 2020 mendatang pihaknya berencana memberangkatkan puluhan jemaah haji.
"Dalam waktu dekat ini, pada 15 Maret ada 59 calon jamaah dari Bali yang akan berangkat," katanya. 
Namun keberangkatan itu menjadi tidak pasti karena Pemerintah Indonesia sendiri masih mendalami kasus ini.
Pihaknya mengaku khawatir dengan diterapkannya penangguhan sementara ini akan berdampak pada penurunan calon jamaah yang mendaftar. 
"Kekhawatiran penurunan jamaah pasti ada. Karena ini kan mendampak di hampir semua lini terutama industri biro perjalanan. Tapi kami tetap buka pendaftaran bagi calon jamaah seperti biasa," jelasnya.
Ia berharap pemerintah segera memutuskan agar jemaahnya dapat segera pulang ke Indonesia dan keberangkatan jemaahnya menuju negara penghasil minyak itu mendapat keamanan yang pasti. (*)
Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved