Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Amerika Umumkan Vaksin Virus Corona Sedang Dibuat di Laboratorium Militernya

Upaya untuk menemukan vaksin virus corona terus dilakukan oleh para ilmuwan di dunia.

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
kompas.com
Ilustrasi vaksin 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC - Upaya untuk menemukan vaksin virus corona terus dilakukan oleh para ilmuwan di dunia.

Kabar terkini terkait vaksin virus corona atau Covid-19, muncul dari Amerika Serikat.

Dilaporkan jika laboratorium militer pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin virus corona atau Covid-19

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, pada Senin (2/3/2020).

"Laboratorium militer sedang bekerja keras, tidak hanya untuk membuat vaksin tapi juga hal-hal lainnya," katanya dalam pertemuan di Pentagon.

"Jadi kita akan lihat bagaimana perkembangannya dalam beberapa bulan ke depan," lanjutnya, dikutip dari Reuters.

Pria berusia 61 tahun asal Winchester ini juga mengungkapkan, salah satu laboratoriumnya berada di Fort Detrick, Maryland.

Pejabat-pejabat tinggi di Kementerian Kesehatan AS mengatakan, vaksin akan siap 18 bulan lagi, dan sementara ini belum ada obat untuk virus corona tetapi pasien dapat menerima perawatan.

Peralatan pelindung dan alat uji sedang didistribusikan ke fasilitas militer AS. Prioritas distribusi selanjutnya adalah Semenanjung Korea, kata Milley.

Korea Selatan melaporkan 599 kasus baru Senin kemarin, membuat negara tuan rumah Piala Dunia 2002 ini mencatatkan total 4.335 kasus infeksi dan 26 kematian.

Dari jumlah kasus infeksi tersebut, 60 persennya terkait dengan Gereja Shincheonji, sebuah sekte sesat yang dipimpin Lee Man-hee.

Baca juga: Pemimpin Sekte Sesat di Korea Selatan Dijerat Pasal Pembunuhan Terkait Penyebaran Virus Corona

Pemerintah kota Seoul telah meminta jaksa untuk menjerat Lee dan 11 pemimpin lainnya di gereja itu dengan pasal pembunuhan, setelah sekte Gereja Shincheonji menyerahkan daftar palsu anggotanya kepada pihak berwenang.

Sekte tersebut berdalih, para anggotanya akan menerima stigma sosial dan diskriminasi jika kepercayaan mereka diketahui publik.

"Jika mereka secara aktif mengambil langkah-langkah awal, kita bisa mencegah ledakan kasus Covid-19 di Daegu dan Provinsi Gyeongbuk Utara, juga kematian beberapa orang," keluh Wali Kota Seoul, Park Won-soon.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved