Breaking News:

Buleleng Terancam Kehilangan Pendapatan Rp 70 Miliar Kalau Tak Pungut PHR

Sebab, dengan adanya kebijakan tersebut, Kabupaten Buleleng terancam kehilangan pendapatan hingga mencapai Rp 70 Miliar.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Uang perjalanan dinas di setiap OPD hingga anggota dewan terancam dipotong bila saja kebijakan untuk tidak memungut Pajak Hotel dan Restoran (PHR) diterapkan.

Sebab, dengan adanya kebijakan tersebut, Kabupaten Buleleng terancam kehilangan pendapatan hingga mencapai Rp 70 Miliar.

Demikian diakui Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, saat ditemui Senin (2/3).

Pria yang akrab disapa PAS ini menyebut, saat ini pihaknya belum menerima surat resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan untuk tidak memungut PHR selama enam bulan, yang disebut-sebut sebagai upaya pemulihan perekonomian akibat virus corona tersebut.

Namun bila saja kebijakan itu harus diterapkan, PAS mengaku akan segera melakukan rasionalisasi.

"Kami akan bertemu dengan pimpinan dewan. Kami akan simulasikan dulu, sambil menunggu kepastian dari pusat," ucapnya.

Selain memotong uang perjalanan dinas di SKPD dan DPRD,  pembangunan fisik pun diakui PAS juga praktis bakal banyak yang tertunda.

Sebab, dengan adanya kebijakan untuk tidak memungut PHR selama enam bulan, Buleleng terancam kehilangan pendapatan sebesar Rp 70 Miliar.

Dengan rincian Rp 50 Miliar berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) PHR Kabupaten Badung. Dan Rp 28.09 Miliar dari PHR Buleleng.

"Sendi-sendi perekonomian kita juga pasti terpengaruh semua. Karen ini menyangkut hal yang sangat mendasar.  Trobosan apa yang akan dilakukan dengan menurunnya jumlah wisatawan ini, nanti akan dibahas bersama Gubernur  pekan depan. Tidak bisa hanya saya sendiri. Nanti akan dibahas bersama semua pihak termasuk PHRI dan travel-travel agent," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved