Selama Februari 2020, 4.000 Turis China Masuk ke Bali
Selama Februari 2020, sebanyak 4.000 lebih turis China masuk ke Bali, sehingga total ada 5.000 lebih turis China di Bali
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Selama Februari 2020, 4.000 Turis China Masuk ke Bali
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno, Rabu (4/3/2020), di kantornya, di Denpasar, Bali, mengatakan sampai saat ini tak ada pelarangan turis China datang ke Indonesia, termasuk Bali.
Asalkan dalam kurun waktu 14 hari wisawatan tersebut tidak berada di China.
“Misal warga negara China, tapi dia sebelum masuk Indonesia tinggal di Singapura selama satu bulan, boleh masuk ke Indonesia. Yang tidak boleh masuk itu semua WNA, baik China maupun lainnya dalam kurun waktu 14 hari berada di China atau langsung dari China,” kata Sutrisno.
Untuk melakukan pengecekan, petugas imigrasi akan melakukan pengecekan paspor WNA, kapan terakhir keluar dari China.
Sutrisno menambahkan, selama Februari 2020, sebanyak 4.000 lebih turis China masuk ke Bali.
Sehingga jika ditambah dengan 1.123 turis China yang mengajukan perpanjangan izin tinggal terpaksa, maka total ada 5.000 lebih turis China di Bali.
“Jumlahnya kan, Februari 4.000 ditambah perpanjang 1.123, kan minimal segitulah bahkan lebih-lebih sedikit, tapi kan bisa saja mereka moving ke tempat lain, seperti NTB, NTT,” katanya.
Namun 4.000 turis China yang masuk ke Bali itu tidak langsung datang dari China, melainkan dari negara lain seperti Singapura.
“Kalau langsung dari China sudah pasti ditolak,” katanya.
Untuk pengawasan sama seperti pengawasan WNA pada umumnya, yang melibatkan berbagai stakeholder, seperti Dinas Tenaga Kerja, Kepolisian, Kejaksaan dan pihak lainnya.
Adapun keseluruhan kedatangan WNA ke Bali yakni pada Januari 2020 sebanyak 542.230 orang.
Tiga besarnya yakni China sebanyak 113.745, Australia 106.484 dan India sebanyak 30.324.
Sedangkan Februari 2020, menurun drastis menjadi 367.107 WNA dengan tiga besarnya, yakni Australia sebanyak 83.389, India sebanyak 30.056 serta Jepang sebanyak 22.689.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sejumlah-turis-china-mendominasi-kunjungan-di-pantai-kelan_20181024_103939.jpg)