Corona di Indonesia
Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Pariwisata di Bali
Dampak virus corona Covid-19 terhadap perekonomian di Bali sangat besar, pasalnya 48,5% perekonomian Bali sangat bergantung pada pariwisata
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Irma Budiarti
Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Pariwisata di Bali
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dampak virus corona Covid-19 terhadap perekonomian di Bali sangat besar.
Diketahui virus corona ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China, akhir 2019 lalu.
Penyebaran virus corona ini sangat cepat, jika dibandingkan virus sejenis lainnya.
Penyebaran terbesar virus corona terjadi di China sebanyak 84%, Iran 13,7%, Korea 6%, dan Italia 3%.
Hal ini sangat berpengaruh terhadap mobilitas, dan sektor pariwisata juga akan terganggu secara langsung, begitu juga dengan kinerja usaha investasi, tenaga kerja, pendapatan negara maupun daerah.
Sementara, Kementerian Luar Negeri sudah memberikan batasan kepada beberapa negara di luar China untuk datang ke Indonesia.
Covid-19 ini juga memengaruhi 3 jalur yang ada di Bali, yaitu pariwisata, perdagangan dan investasi.
Berpengaruh terhadap pariwisata karena terdapat 6,2 juta lebih wisatawan mancanegara masuk ke Bali.
Selain itu, 48,5% perekonomian Bali sangat bergantung pada pariwisata.
Sedangkan pada perdagangan, apakah nantinya akan ada impor dari China begitu juga kegiatan ekspor dari Bali ke China.
Lalu pada investasi, China adalah negara terbesar kedua yang melakukan investasi di Indonesia setelah Singapura.
“Ekonomi China itu, 17% dari dunia, jika terjadi sesuatu di China, pastilah seluruh dunia akan merasakan dampaknya,” ujar Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali, Trisno Nugroho, Jumat (6/3/2020).
Menurut Kementerian Perdagangan, setiap penurunan 1% ekonomi China akibat virus corona, akan berdampak pada penurunan 0,23% ekonomi di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rakor-percepatan-pemulihan-kondisi-pariwisata-dan-perekonomian-akibat-virus-corona.jpg)