Selada yang Ditanam Astronot di Stasiun Luar Angkasa Terbukti Aman Dikonsumsi Manusia
Benih selada merah pertama dikirim ke ISS sebagai bagian dari percobaan untuk melihat apakah budidaya di luar angkasa memungkinkan.
Namun seiring waktu makanan yang disimpan ini mulai kehilangan kualitas dan gizi. Ini bukan masalah bagi para astronot yang berada di ISS karena makanan dari bumi dipasok secara teratur.
Hanya saja untuk perjalanan luar angkasa panjang, seperti Bulan atau Mars, masalah nutrisi ini bisa jadi masalah.
"Jalan satu-satunya untuk memberikan nutrisi kepada kru untuk misi luar angkasa yang panjang adalah melengkapi diet dengan produk segar," tambah Gioia Massa dari Kennedy Space Center.
Selada yang ditumbuhkan akan memberikan tambahan vitamin dan nutrisi, rasa, tekstur dan variasi untuk makanan kemasan.
Menanam tanaman juga memberikan manfaat psikologis ketika astronot jauh dari rumah.
Selain itu, apabila ingin melakukan kolonisasi luar angkasa, pertumbuhan tanaman akan sangat penting untuk membangun tingkat keberlanjutan kehidupan manusia.
Selain menyediakan makanan, tanaman dapat memainkan peran dalam sistem pendukung kehidupan di masa depan yang dibutuhkan untuk misi jangka panjang.
Dalam studi yang diterbitkan jurnal Frontiers in Plant Science ini mengungkapkan tanaman menghasilkan oksigen, serta menghilangkan dan memperbaiki karbon dioksida, yang sangat penting dalam sistem tertutup seperti ISS, Bulan, atau fasilitas di Mars nantinya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Astronot Panen Selada di Stasiun Luar Angkasa, Amankah Dikonsumsi?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/selada-ruang-angkasa.jpg)