Breaking News:

Berita Banyuwangi

Validasi Data Penduduk Miskin, Bupati Banyuwangi : Agar Program Tepat Sasaran

Pemkab Banyuwangi melakukan validasi data penduduk miskin.Sebanyak 320 anggota TKPK daerah telah diberi pembekalan khusus untuk memvalidasi data

Surya/Haorrahman
Pemkab Banyuwangi melakukan validasi data penduduk miskin.Pembekalan khusus untuk memvalidasi data 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi melakukan validasi data penduduk miskin.

Penguatan kelembagaan satuan tugas (satgas) penanggulangan kemiskinan daerah dilakukan agar data penduduk miskin semakin presisi, sehingga program yang digeber pemerintah bisa efektif mempercepat pengentasan kemiskinan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, sebanyak 320 anggota tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK) daerah mulai tingkat kecamatan hingga desa telah diberi pembekalan khusus untuk memvalidasi data.

Ratusan orang tersebut terdiri atas sekretaris kecamatan, sekretaris desa, ketua satgas penanggulangan kemiskinan tingkat desa, pendamping TKSK kecamatan, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Hampir Rampung, Ogoh-ogoh Dewa Wisnu ST Eka Dharma Suwitra Raib Digondol Maling

Jelang Pengerupukan, Ogoh-ogoh Dewa Wisnu ST Eka Dharma Suwitra Raib Digondol Maling

WIKI BALI - Ini 34 Ekstrakurikuler yang Ada di SMAN 2 Denpasar

Mereka digembleng langsung oleh tim dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial.

Bupati Anas mengatakan, selama ini problem penanganan kemiskinan salah satunya adalah masalah validasi data.

Karena tidak bisa dipungkiri data kemiskinan yang diterima daerah dari pemerintah pusat masih ditemui ada perbedaan dengan fakta di lapangan.

Hal itu membuat program penanganan kemiskinan tidak bisa berjalan dengan optimal.

Sebagian bantuan sosial pun menjadi kurang tepat sasaran.

“Ini menjadi perhatian kita bersama, karena itu daerah berupaya seoptimal mungkin untuk berkontribusi memperbaiki data tersebut. Sudah menjadi kewajiban daerah dan kita semua untuk bekerja keras mengatasi masalah kemiskinan, tapi semuanya harus dimulai dari data yang valid,” kata Anas.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved