Lagi, Kasus Ogoh-Ogoh Rusak di Denpasar, Kini di Padangsambian
Setelah kasus pencurian ogoh-ogoh beberapa waktu lalu, kini masyarakat kembali dihebohkan dengan kasus ogoh-ogoh rusak
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah kasus pencurian ogoh-ogoh beberapa waktu lalu, kini masyarakat kembali dihebohkan dengan kasus ogoh-ogoh rusak, di Banjar Buana Desa, Desa Pakraman, Padangsambian, Denpasar Barat, Denpasar, Bali.
Salah satu anggota Seeka Taruna Dharma Santi, I Putu Edy Wahyudiana (20) menuturkan, ogoh-ogoh diketahui rusak pada Rabu (11/3/2020) pukul 17.00 WITA.
Ada 2 ogoh-ogoh yang mengalami kerusakan, ogoh-ogoh raksasa mengalami retak di bagian kaki dan lengan dan ogoh-ogoh yang bentuknya agak kecil rusak bagian lengan.
"Kami pemuda banjar tahunya rusak jam 5 sore, padahal terakhir jam 3 sore masih utuh, kami tinggal tahu-tahu rusak, teman-teman tidak ada yang tahu banyak yang masih kerja," kata Wahyu kepada Tribun Bali, Kamis (12/3/2020).
Pihaknya tidak ingin menduga-duga terkait kasus ini apakah suatu bentuk kesengajaan oknum tertentu atau tidak.
"Kami tidak ingin menduga-duga mas, tidak ingin mengarahkan ke siapa-siapa kan kita tidak tahu kejadiannya, apalagi di banjar kan tidak ada CCTV," bebernya.
Kasus ini saat ini ditangani oleh Kepolisian Sektor Denpasar Barat.
"Kemarin setelah viral di sosial media, lalu pagi tadi jam 10 ada anggota Polsek Denbar yang mengecek ke lokasi meminta keterangan pak Kelian," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ogoh-ogoh-rusak.jpg)