Flu Spanyol, Pandemi Terburuk Sepanjang Sejarah yang Menginfeksi Sepertiga Warga Dunia
Pandemi flu spanyol diperkirakan menginfeksi sepertiga populasi dunia dan menewaskan 50 juta orang
Saat para pekerja tiba di utara Perancis pada awal 1918, banyak dari mereka yang menderita dan sakit.
Ratusan dari mereka pun meninggal dunia.
Mengapa disebut flu Spanyol?
Spanyol adalah salah satu negara pertama yang mengidentifikasi epidemi tersebut.
Para ahli sejarah percaya bahwa ini merupakan hasil dari wartime censorship atau sensor perang.
Pada masa itu, Spanyol merupakan negara netral sepanjang perang berlangsung sehingga bisa dengan bebas mempublikasikan penyakit tersebut lewat media massa.
Sebagai hasilnya, orang awam mengidentikkan penyakit tersebut dengan Spanyol dan namanya menjadi Spanish flu.
Pada akhir musim semi 1918, kantor berita Spanyol bahkan mengirimkan pernyataan pada kantor Reuters di London bahwa “penyakit dan epidemi aneh telah muncul di Madrid”.
Gejala flu Spanyol
Gejala dari penyakit ini antara lain sakit kepala dan rasa letih, batuk kering, hilangnya nafsu makan, serta masalah pada pencernaan.
Kemudian pada hari berikutnya, diikuti oleh keringat yang keluar secara berlebihan.
Gejala tersebut terakselerasi setiap harinya.
Penderita akan mengalami kesulitan bernapas atau masalah lainnya pada pernapasan.
Mayoritas penderita flu Spanyol meninggal dunia akibat pneumonia.
Pada musim panas 1918, virus tersebut menyebar dengan cepat ke negara-negara di daratan utama Eropa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-emergency-ambulance-station-di-washington-dc-as-1918.jpg)