Buntut Tudingan Pejabat Beijing Soal Militer AS Bawa Virus Corona ke Wuhan, Dubes China Dipanggil
Gara-gara pernyataan kontroversial pejabat Beijing yang memantik teori konspirasi terkait tudingan jika militer AS membawa virus corona ke Wuhan
TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC - Gara-gara pernyataan kontroversial pejabat Beijing yang memantik teori konspirasi terkait tudingan jika militer AS membawa virus corona ke Wuhan akhirnya berbuntut.
Duta Besar China di Washington dipanggil untuk memberikan keterangan terkait pernyataan pejabat Beijing tersebut.
Dilansir Tribun Bali via Kompas.com, Diplomat top AS di Asia, David Stilwell, merilis "kehadiran mendesak" kepada Dubes Cui Tiankai, seperti dilaporkan AFP Jumat pekan lalu (13/3/2020).
Pemanggilan itu terjadi sehari setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengunggah teori konspirasi soal virus corona.
"China mencoba mengalihkan kritik bahwa mereka dianggap memulai wabah global ini, dan tidak memberitahukannya kepada dunia," kecam Stilwell.
Dia menuturkan Beijing sudah membuat manuver berbahaya dengan menyembulkan teori konspirasi yang belum tentu jelas kebenarannya.
"Karena itu, (pemanggilan Dubes Cui) adalah langkah kami untuk menoleransinya, demi kebaikan rakyatnya dan seluruh dunia," jelas dia.
Dalam kicauannya baik dalam bahasa Inggris dan Mandarin di Twitter, Zhao mengunggah video Direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Redfield.
Kicauan itu terjadi sehari setelah Zhao menuturkan bahwa "pasien nol" kemungkinan bukan berasal dari Wuhan, seperti pertama terdeteksi pada Desember 2019.
Zhao menyebut Redfield mengaku warga yang meninggal akibat flu ternyata dites positif virus corona, setelah dilakukan diagnosa posthumous.
"CDC tertangkap basah. Kapan pasien nol mulai terjadi AS? Bagaimana orang-orang itu terlibat? Apa nama rumah sakitnya?" tuduh Zhao.
"Mungkin saja militer AS yang membawa wabah ini ke Wuhan. Ayolah transparan! Beberkan data kalian ke publik! AS berutang penjelasan!" tantangnya.
Komentar Zhao merespons pemerintahan Presiden Donald Trump yang terus menonjolkan dari mana virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu berasal.
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut penyakit itu "virus Wuhan".
Sedang Penasihat Keamanan Nasional Robert O 'Brien yang menuding Beijing lambat bereaksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasien-corona-wuhan.jpg)