Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Inovasi Belajar Dalam Mitigasi Corona Ala SMP PGRI 3 Denpasar

inovasi aplikasi SMP PGRI 3 Denpasar yang dapat mengakomodir dengan cepat dan tepat pelaksanaan ujian sekolah dan belajar siswa.

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Inovasi Belajar Dalam Mitigasi Corona Ala SMP PGRI 3 Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bencana dapat terjadi kapanpun tanpa dapat diprediksi besaran dampak yang ditimbulkan.

"Sebagai manusia kita tidak dapat mencegah, namun dengan kecerdasan yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk siap dalam menanggulangi dampak pra maupun pasca bencana ini terjadi," kata Rama Gerald Jade, tim perencanaan dan pengembangan SMP PGRI 3 Denpasar.

Lebih lanjut dikatakannya, keluarnya surat edaran dari Kadisdikpora untuk merumahkan ujian sekolah dan pembelajaran bagi siswa awalnya membuat kelimpungan sebagian sekolah yang memiliki waktu 1 malam untuk menemukan metode yang akan diterapkan.

Ada yang siap maupun tidak.

Bek Bali United Gavin Kwan: Jangan Anggap Remeh Virus Corona, Selalu Bawa Antiseptik

Jakarta Miliki Kasus Positif Corona Terbanyak Bisa Tetapkan Status Tanggap Darurat

Alhasil, mengandalkan grup WA merupakan solusi darurat sebagian sekolah.

Berbeda halnya dengan inovasi aplikasi SMP PGRI 3 Denpasar yang dapat mengakomodir dengan cepat dan tepat pelaksanaan ujian sekolah dan belajar siswa.

Konsep aplikasi spigadenpasar.sch.id yang dikembangkan memperhatikan keamanan data pribadi siswa dan meminimalisir kecurangan pengerjaan yang mungkin terjadi.

Diungkapkan oleh Putu Adinda Srinadi, ia merasa ujian online yang diterapkan lebih ketat dari pada ujian manual berbasis kertas dan pensil.

 “Orang mengira dengan ujian dirumah kita bisa buka buku, search google maupun berkerja sama dengan teman-teman. Tapi ternyata tidak bisa. Dimana soal diacak, waktu ditaruh perbutir soal, dan jawaban di soal yang sama bisa berbeda opsi penempatannya,”papar Adinda Srinadi.

Walaupun sempat terjadi kendala pada sesi 1, penyempurnaan sistem terus dilakukan sekolah yang berhasil meningkatkan kenyamanan penggunaan pada sesi berikutnya.

“Hari ini dengan keberhasilan dua ujian yang dilakukan sudah membantah pemikiran terhadap pendidikan yang merasa siswa tidak mau dan mampu untuk melaksanakan secara online,” kesan I Putu Hendika, pakar IT Spiga.

 Kadisdikpora Kota Denpasar juga mengapresiasi program unggulan sekolah yang dipimpin Dr. I Made Suada, MM, M.Si.

Pemkot Denpasar megapresiasi inovasi spiga. Juga merupakan jawaban dari tantang pembelajaran yang efektif dan efesien. Berharap program ini dapat berimbas dan diterapkan oleh sekolah lainnya.

 Yang penting dengan hadirnya aplikasi orang tua bisa ikut memantau proses pembelajaran anaknya.

 Apresiasi juga dilontarkan dari kalangan orang tua siswa, seperti IGA Chintya Dewi yang berkesan, bahwa siswa jadi lebih mandiri belajar, apalagi situasi darurat seperti ini ini anak anak tetap dapat belajar maksimal tanpa mengurangi kualitas belajar itu sendiri. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved