Corona di Indonesia

Jokowi Minta Dana Desa Juga Dipakai untuk Tangani Wabah Virus Corona

Salah satu yang akan segera direalisasikan pencairannya adalah dana desa yang sudah dianggarkan sebesar Rp 72 triliun untuk 74.953 desa

BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas untuk membahas laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah akan menggencarkan pemberian bantuan sosial untuk membantu ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi virus corona Covid-19.

Salah satu yang akan segera direalisasikan pencairannya adalah dana desa yang sudah dianggarkan sebesar Rp 72 triliun untuk 74.953 desa.

" Dana desa ini saya sampaikan ke Pak Menteri Desa, Mendagri, juga seluruh kepala daerah, dan juga kepala desa, agar dana desa ini segera direalisasikan," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

 Dengan anggaran yang sudah disiapkan pemerintah, tiap desa akan menerima sekitar Rp 900 juta.

Kurangi Kerumanan Orang, Lippo Mall Kuta dan Lippo Plaza Sunset Lakukan Penyesuaian Jam Operasional

Warga Gianyar Diisolasi Akibat Pernah Bekerja di Italia, Pemkab Semprotkan Disinfektan di Rumahnya

Posisi Kepala Dinas Sosial Paling Diminati. 22 Pelamar Perebutkan Posisi Empat Kadis di Klungkung

 Jokowi mengatakan, dana tersebut dapat digunakan untuk program padat karya hingga penanganan covid-19.

"Untuk hal berikatan dengan padat karya, padat karya tunai, dan juga membantu penanganan covid-19. Ini yang harus diperbanyak," kata Jokowi.

Selain dana desa, pemerintah juga akan merealisasikan program-program bantuan langsung ke masyarakat, mulai dari Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Sembako, hingga beras sejahtera.

"Semua segera diimplementasikan seawal mungkin," kata Jokowi.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan segera merealisasikan program kartu pra kerja yang dapat digunakan masyarakat untuk meningkatkan skill sehingga lebih mudah mendapat pekerjaan.

 "Ini juga untuk selain memberikan scaling dan upscaling, juga untuk mengatasi hal yang berkaitan dengan PHK," kata Jokowi.

Terakhir, Jokowi juga menekankan pentingnya program padat karyat tunai di semua kementerian/lembaga.

"Satu dua kementerian sudah mulai, tapi menurut saya perlu diperbanyak di semua kementerian lagi," kata dia. (*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved