Menurut Dan Buettner, Ini yang Bisa Kita Tiru dari Negara Paling Paling Bahagia di Dunia

Kebahagiaan merupakan hal yang sering dicari oleh orang-orang. Berikut negara dengan penduduk paling berbahagia menurut peneliti Ini

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay
Foto ilustrasi orang-orang yang sedang makan bersama di restaurant 

TRIBUN-BALI.COM - Ke bahagiaan merupakan hal yang sering dicari oleh orang-orang.

Banyak orang yang melakukan berbagai cara untuk menemukan ke bahagiaannya.

Seperti membeli barang-barang yang disukainya, mencari pasangan idaman dan lainnya

Tempat di mana kita tinggal juga dapat mempengaruhi ke bahagiaan.

Ganjar Minta Pantau Ketat Perantau dari Jabodetabek yang Mudik

WIKI BALI - Berkenalan dengan Kelurahan Renon, Ini Sejarahnya

Ramalan Shio Hari Ini 26 Maret 2020, Shio Ular Penuh Tekanan, Shio Naga Butuh Motivasi

Bisa jadi itu karena iklimnya yang nyaman, pemduduknya yang ramah, atau sistem di negara tersebut yang membuat warganya bisa hidup tenang.

Dan Buettner dalam bukunya 'The Blue Zones of Happiness', menemukan bahwa beberapa negara memiliki lebih banyak penduduk yang bahagia dibanding negara lain.

Alasan mereka lebih bahagia antara lain karena adanya jaminan hidup layak dan fasilitas gratis, jenjang kehidupan yang jelas, serta interaksi sosial yang banyak.

Ia mendapatkan hasil tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukannya melalui jajak pendapat dari Gallup, Eurobarometer dan Latinobarómetro.

Berikut ini negara dengan penduduk paling ber bahagia menurut penelitian Dan Buettner, serta apa yang bisa kita pelajari dari alasan tersebut.

Denmark

Di Denmar, kata Buettner, warga dibayar untuk kuliah, mendapat perawatan kesehatan gratis, mendapatkan bayaran dan cuti hamil selama 10 bulan untuk pria dan wanita, dan berhak mendapatkan dana pensiun.

"Anda hanya perlu mengejar pekerjaan yang Anda cintai," papar Buettner.

Bandingkan dengan di Indonesia, biaya sekolah dan kuliah mahal, fasilitas kesehatan gratis masih belum memadai, cuti hamil dan melahirkan hanya 3 bulan dan berlaku untuk perempuan saja, lalu pensiun hanya bagi pegawai negeri.

Kita bahkan seringkali harus bekerja apapun agar bisa hidup layak.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved