Ini Cara Melindungi Lansia dari Penularan Covid-19
Virus corona memang lebih sering menyebabkan gejala yang berat, bahkan kematian, pada orang lanjut usia ( lansia) daripada orang dewasa atau anak-anak
Selain itu, tak sedikit lansia yang memiliki penyakit kronis, seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau kanker.
Hal tersebut juga dapat meningkatkan risiko dua kali lipat bagi lansia terinfeksi virus corona.
Risiko komplikasi yang timbul akibat Covid-19 dapat lebih parah bila penderitanya sudah memiliki penyakit tersebut.
Pasalnya, infeksi virus corona dapat menurunkan fungsi organ-organ tubuh lainnya sehingga kondisi penyakit kronis yang sudah dimiliki penderita akan semakin parah, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Pada penderita kanker, misalnya.
Penyakit kanker dapat melemahkan sistem imun penderitanya sehingga ia tidak mampu menangkal serangan virus corona.
Terlebih, efek samping kemoterapi sendiri sudah dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh penderitanya.
Meski beberapa penderita kanker mungkin sudah memiliki sistem imun yang baik, kondisi tersebut tidak dapat disamaratakan pada pasien kanker lainnya.
Pada kondisi seperti ini, virus corona akan lebih mudah berkembang dan menyebabkan gangguan pada berbagai organ tubuh penderitanya.
Pada penderita gagal jantung, ia sudah mengalami kelelahan dalam memompa darah.
Saat terjadi gangguan paru-paru akibat infeksi virus corona maka dapat membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Kondisi tersebut yang dapat memperburuk kondisi jantung.
Virus corona juga dapat menimbulkan risiko bagi lansia yang mengalami penumpukan lemak pada arteri jantung mereka.
Pasalnya, virus corona bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang memompa darah ke jantung.
Akibatnya, pasien dapat berpotensi terkena serangan jantung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-lansia-yang-sedang-berada-di-kursi-roda.jpg)