Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kamu Stres Karena Anak Mogok Makan? Cobalah Langkah-langkah Ini untuk Mengatasinya

Ini langkah yang bisa dilakukan orangtua apabila mengalami stres karena anak mogok makan

Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Foto ilustrasi anak sedang makan kue 

TRIBUN-BALI.COM - Orangtua terkadang tidak mengerti dengan tingkah laku anak-anaknya.

Biasanya para orangtua akan kebingungan bahkan stres saat anaknya tidak mau makan.

Jika di paksa, maka sang buah hati pun akan memberontak dan melempar makanan yang kita berikan.

GTM alias Gerakan Tutup Mulut kerap terjadi di periode makan pada anak usia dini.

Ada 919 Kematian Baru, Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Italia Capai 9.134

Inilah Urutan Zodiak yang Paling Suka Selingkuh, Zodiakmu Ada Diurutan ke Berapa ?

Kehabisan Masker ?, Ini Cara Membuat Masker Sendiri di Rumah

GTM punya makna yang sama seperti picky eating atau mogok makan yang termasuk dalam gangguan makan.

Menghadapi anak yang tidak mau membuka mulutnya untuk makan atau malah menyemburkan makanannya bisa membuat banyak ibu pusing, khawatir buah hatinya tak cukup gizi.

Berdasarkan sebuah riset, gangguan makan terjadi pada 26,9 persen balita dan 15 persen anak usia dini.

Salah satu penyebabnya karena anak-anak sangat selektif dalam memilih asupan makanan.

Jumlahnya diperkirakan dapat meningkat menjadi 40-70 persen pada anak yang lahir prematur atau dengan penyakit kronik.

Kegiatan Kelas Pintar Vol. #6 bertajuk "Gerakan Tutup Mulut Anak: Gemas Tapi Menantang", yang diselenggarakan oleh Blibli.com, menghadirkan para pakar Sahabat Ibu Pintar, yaitu psikolog dari Rumah Dandelion, Carmelia Riyadhni, S.Psi dan dokter spesialis gizi anak Dr. Ida Gunawan, MS SpGK (K) yang berbagi trik mengatasi GTM anak.

Dari kelas tersebut diketahui ada langkah yang bisa dilakukan orangtua apabila mengalami stres karena anak mogok makan.

Simak di bawah ini:

1. Berkonsultasi pada ahli

Orangtua dianjurkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengetahui asupan yang diperlukan anak, durasi pemberian makanan dan hal lainnya terkait pertumbuhan anak.

2. Jangan membandingkan

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved