Corona di Bali
Masa Belajar Siswa di Rumah Diperpanjang, Disdikpora Badung Minta Orangtua Ikut Membimbing
Orangtua siswa di Kabupaten Badung, Bali, diminta untuk ikut membimbing anaknya dirumah.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Orangtua siswa di Kabupaten Badung, Bali, diminta untuk ikut membimbing anaknya dirumah.
Pasalnya masa belajar di rumah untuk siswa PAUD, SD dan SMP di Badung diperpanjang sampai batas waktu yang ditentukan kemudian.
Dengan adanya bimbingan orang tua, maka proses belajar mengajar di rumah berjalan efektif.
Selain itu anak juga tidak keluar rumah apa lagi bermain dengan berkumpul dengan teman-temannya.
• Cegah Semakin Mewabahnya Covid-19, Ribuan Pinandita di Klungkung Diimbau Serentak Suarakan Bajra
• Ramalan Zodiak Besok 30 Maret 2020, Sagitarius Alami Hal Tak Terduga, Leo Jangan Ragu Berekspresi
• Ratusan WNI ABK MSC Seaview dari Brazil Tiba di Bali
"Iya kita minta orang tua juga ikut membantu dalam proses belajar mengajar di rumah. Meski tak langsung diajarkan oleh gurunya, namun proses belajar bisa berjalan seperti biasa," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Badung, I Ketut Widia Astika, Minggu (29/3/2020)
Perpanjangan belajar di rumah dilakukan lantaran melihat situasi dan kondisi terkait pencegahan Covid -19.
Perpanjangan waktu belajar di rumah ditegaskan Pemkab Badung melalu surat Disdikpora Badung nomor 420/2680/Sekret/Disdikpora/ 2020 tanggal 27 Maret 2020.
Widia Astika menjelaskan, surat yang ditandatanganinya itu dijelaskan, dalam pelaksanaan pembelajaran di rumah berpedoman pada SE Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.
Bahkan surat tersebut juga kata dia sudah sesuai arahan pimpinan.
"Sebelum mengeluarkan kebijakan, kami juga berkordinasi dengan Disdikpora Provinsi Bali. Sehingga kebijakan yang semula berbatas waktu 30 Maret kembali diperpanjang," jelasnya.
Pada surat itu juga ditegaskan agar orangtua ikut memberikan bimbingan, sehingga para siswa tidak keluar rumah, bahkan mungkin ke luar daerah, bahkan ke luar negeri. Sementara para guru, sesuai tugasnya juga melakukan bimbingan dan memantau proses pembelajaran di rumah, meski tak bertatap muka dengan anak didik.
"Meski kami tegaskan ada bimbingan dari orang tua, namun para guru tetap membimbing dan memantau pelaksanaan pembelajaran," katanya.
Lanjut Widya Astika menjelaskan, jika adanya peran orang tua, maka proses belajar mengajar bisa berjalan lancar.
Seperti halnya kelas I dan II SD belum terbiasa dengan pembelajaran di rumah.
Namun dengan adanya peran orangtua tugas yang diberikan melalui online bisa dikerjakan.
"Situasinya seperti ini, kalau tidak berbahaya pasti proses belajar mengajar dilakukan di sekolah. Kami mohon permaklumannya kepada orangtua, sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan efektif," tegasnya
Lebih lanjut Pejabat asal Kerobokan, Kuta Utara ini juga mengatakan, jika para guru juga mengajar dari rumah, para kepala sekolah, selaku kepala unit pendidikan, tetap memantau sekolah.
Sehingga kebersihan dan keamanan sekolah tetap terjaga.
"Tentu kalau siswa tidak belajar di sekolah, sekolah harus dibersihkan juga. Bahkan juga harus disemprotkan disinfektan," ujarnya
Ia juga mengatakan, hampir seluruh sekolah-sekolah di Badung sudah di semprot disinfektan dengan bekerja sama dengan dinas terkait, anggota dewan, dan tokoh masyarakat.
Widya Astika juga berharap para orangtua juga mengajarkan pola hidup sehat pada anaknya.
Sehingga anak-anak tidak mudah terkena penyakit, terutama Covid-19.
"Ajari anak hidup bersih, dengan rajin mencuci tangan usai belajar. Menjaga kesehatan anak dengan melakukan olahraga teratur," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-disdikpora-badung-i-ketut-widia-astika.jpg)