Corona di Bali

Sudah Dikarantina, Hasil Rapid Test 177 PMI Negatif Covid-19

Satgas Penanggulangan Covid-19 sudah melakukan karatina kepada 177 PMI, hasil rapid test semuanya negatif corona

Istimewa/Humas Pemprov Bali
Sekda sekaligus Ketua Satgas Penanggulan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra melakukan press conference hari ini di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali, Selasa (24/3/2020). Sudah Dikarantina, Hasil Rapid Test 177 PMI Negatif Covid-19 

Sudah Dikarantina, Hasil Rapid Test 177 PMI Negatif Covid-19

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terhitung mulai tanggal 27 - 29 Maret 2020, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Satgas Penanggulangan Covid-19 sudah melakukan karatina kepada 177 Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Jumlah tersebut dibagi di dua lokasi, yakni 70 orang di Unit Pelaksana Tugas (UPT) Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkes) Provinsi Bali dan 107 orang di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali.

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, sebanyak 177 PMI yang dikarantina tersebut sudah dilakukan rapid test dan semuanya dinyatakan negatif.

"Sejak tanggal 27 Maret hingga saat ini, Pekerja Migran Indonesia yang sudah dikarantina di Bapelkesmas dan BPSDM telah melaksanakan rapid test dan dinyatakan negatif sebanyak 177 orang," kata dia dalam siaran persnya yang diterima Tribun Bali, Minggu (29/3/2020) malam.

Dirinya mengimbau kepada warga masyarakat yang baru pulang dari luar negeri dan luar daerah Bali agar melaksanakan karantina mandiri atau isolasi diri sendiri di rumah masing-masing minimal 14 hari.

Karantina atau isolasi mandiri itu harus menerapkan protokol isolasi dengan penuh disiplin dan tanggung jawab untuk keselamatan masyarakat.

Tak hanya bagi yang baru pulang dari luar negeri atau luar daerah, Dewa Indra mengimbau seluruh masyarakat Bali tetap waspada bahkan meningkatkan kewaspadaannya karena penyebaran Covid-19, terlebih saat ini menunjukkan tren peningkatan di tingkat nasional.

"Covid-19 bukan sesuatu yang ditanggapi dengan remeh, tetapi harus dengan kewaspadaan tinggi," jelasnya.

Sekda Provinsi Bali itu juga meminta masyarakat terus mengikuti ajakan dan imbauan pemerintah untuk mengatur jarak satu sama lain, mengurangi interaksi fisik, sekaligus mengurangi berbagai aktivitas di luar rumah.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan percaya kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

"Segenap unsur TNI, Polri dan lembaga-lembaga lainnya yang sedang bergotong royong melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona Covid-19," kata dia.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved