WHO Pilih Malaysia Jadi Negara Uji Coba Obat Covid-19 Terbaru, Ini Sebabnya
Malaysia dipilih Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai negara yang akan diuji coba untuk obat Covid-19.
TRIBUN-BALI.COM - Malaysia dipilih Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai negara yang akan diuji coba untuk obat Covid-19.
Otoritas Dewan Keamanan Nasional (NSC) mengatakan obat tersebut adalah Remdesevir.
Melansir Straits Times, uji coba ini dilakukan untuk mengetes efektivitas obat untuk mengobati pasien Covid-19.
NSC mengatakan Malaysia dipilih karena kemampuan Kementerian Kesehatan untuk melakukan penelitian.
Dijen Kesehatan Noor Hisham Abdullah menjelaskan, Kementerian Kesehatan akan merawat pasien corona dan memberinya Remdesevir.
• Ini 5 Hal Baik di Tengah Pandemi Covid-19 di Indonesia, Makanan Gratis Hingga Donasi APD
• Pemandu Lagu Ini Kerap Temani Tamu Asing & Cemas Tertular Covid-19, Kini Dipusingkan Sepi Job
• Malaysia di Lockdown, 3 Pria Berdandan Wanita yang Berstatus TKI Ilegal Ini Diamankan Polisi
Selanjutnya pasien itu akan terus dipantau perkembangannya, meliputi efektivitas sampai efek sampingnya.
Pada Jumat (27/3/2020) lalu, WHO mengumumkan uji coba global besar yang disebut 'Solidaritas'.
Ini dilakukan WHO untuk menemukan obat yang efektif untuk menyembuhkan Covid-19.
"Ini adalah upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya, dorongan habis-habisan, terkoordinasi untuk mengumpulkan data ilmiah yang kuat dengan cepat selama pandemi."
"Studi ini, yang dapat mencakup ribuan pasien di puluhan negara, dirancang sesederhana mungkin."
"Sehingga rumah sakit yang kewalahan oleh serangan Covid-19 bisa berpartisipasi," jelas Noor Hisham.
• 3 Pasien Covid-19 di Malang Sembuh, Pemkot Minta Warga Tetap Waspada dan Patuhi Aturan Pencegahan
• Umuh Harapkan Tidak Ada Lagi Pemain Persib Bandung yang Positif Corona
• 3 Pasien Covid-19 di Malang Sembuh, Pemkot Minta Warga Tetap Waspada dan Patuhi Aturan Pencegahan
Pada akun Facebooknya, Noor Hisham menjelaskan empat bentuk pengobatan Covid-19 yang menjadi fokus WHO.
"Senyawa antivirus eksperimental yang disebut remdesivi, obat malaria chloroquine dan hydroxychloroquine, kombinasi dua obat HIV lopinavir dan ritonavir."
"Dan kombinasi yang sama ditambah interferon-beta, suatu penyampai sistem kekebalan yang bisa membantu melumpuhkan virus," jelas Noor Hisham.
Menurut catatan Worldometers pada Minggu (29/3/2020), Malaysia telah mengantongi kasus Covid-19 sebanyak 2.320.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-obat-langka_20170301_100954.jpg)