Corona di Bali

Bertaruh Nyawa Tapi Gaji di Bawah UMR, Begini Keluh Kesah Tenaga Kontrak Perawat Covid-19 di Bali

- Tenaga medis yang berada di garda terdepan melawan wabah Covid-19 atau virus Corona di Bali mulai menyuarakan isi hati.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas keamanan berjaga di ruang isolasi Nusa Indah RSUP Sanglah, Denpasar, Selasa (3/3/2020). Perawat pasien Covid-19 di RSUP Sanglah keluhkan gaji dan insentif. 

Bertaruh Nyawa Tapi Gaji di Bawah UMR, Keluh Kesah Tenaga Kontrak Perawat Covid-19 di Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tenaga medis yang berada di garda terdepan melawan wabah Covid-19 atau virus corona di Bali mulai menyuarakan isi hati.

Mereka mempertaruhkan nyawa menangani pasien Covid-19 di ruang isolasi, namun gaji yang diterima sangat minim dan tak ada insentif dari Dinas Kesehatan Pemprov Bali

Seperti diungkapkan seorang perawat yang bekerja di ruangan isolasi Nusa Indah RSUP Sanglah, Denpasar, yang saban hari menangani pasien positif Covid-19.

Ia mengeluhkan pendapatan atau gaji di bawah upah minimum regional (UMR) yang diterimanya setiap bulan.

Perawat yang tidak ingin namanya disebutkan ini menuturkan, gaji pokok yang mereka dapatkan sebesar Rp 1.280.000 per bulan.

Awalnya ia hanya mendapatkan gaji pokok Rp 780.000, namun sejak Februari 2020, gaji pokok dinaikkan Rp 500.000.

"Jadi kami hanya dapat gaji pokok sebesar Rp 1.280.000, beserta uang makan kalau tidak salah antara Rp 340.000 atau Rp 240.000, dan jasa pelayanan.

Biasanya jasa pelayanan diberikan tergantung dari jumlah pasien.

Namun jika kita ada yang cuti atau sakit selama sebulan hanya dapat gaji pokok Rp 1.280.000" ujar perawat tersebut kepada Tribun Bali, Minggu (29/3).

Halaman
1234
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved