Jangan Biarkan Masa Social Distancing Menambah Rasa Depresi Anda, 5 Hal Ini Bisa Dilakukan
Masa pandemi virus corona yang mengharuskan orang-orang untuk lebih banyak di dalam rumah dan menghindari kerumunan massa dikabarkan memicu depresi.
Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALICOM - Masa pandemi virus corona yang mengharuskan orang-orang untuk lebih banyak di dalam rumah dan menghindari kerumunan massa adalah kondisi yang tengah kita hadapi saat ini.
Banyak orang dikabarkan depresi -- tidak hanya karena terpapar pemberitaan seputar corona yang menakutkan -- tetapi juga karena kehilangan pekerjaan setelah dirumahkan oleh perusahaan.
Dilansir dari Psychology Today, depresi adalah kondisi fisik yang tercermin dalam pola berpikir negatif, harga diri rendah, kehilangan minat, keputusasaan, tingkat energi rendah, gangguan tidur, konsentrasi, dan perubahan nafsu makan.
Pada orang yang secara genetik memiliki kecenderungan (dan kadang-kadang pada orang yang tidak), tekanan perubahan atau kehilangan gairah hidup yang besar dapat memicu atau memperburuk depresi.
Kehilangan atau penangguhan pekerjaan, kehilangan dukungan sosial, isolasi atau berada dalam jarak dekat dengan orang lain, penghapusan strategi dan rutinitas sehari-hari, aliran konten negatif yang terus-menerus pada berita dan media sosial - semua ini berpeluang besar untuk depresi semakin buruk.
Berikut adalah beberapa pemikiran untuk menghadapi depresi selama masa-masa sulit ini, sebagaimana dirangkum dari Psychology Today.
Sembari #dirumahaja menjalani social and physical distancing, Anda bisa memilih satu atau dua dari ini untuk fokus pada setiap minggu, dan lihat bagaimana hasilnya.
1) Lakukan hal kecil untuk kebaikan diri Anda sendiri.
Ini penting apakah Anda terjebak sendirian, atau bahu membahu dengan keluarga dan teman serumah.
Luangkan waktu lima menit untuk bermeditasi atau hanya bernapas. Meringkuk hewan peliharaan.
Berjalan-jalanlah di sekitar blok. Tonton video yang selalu membuat Anda tersenyum.
Merawat diri sendiri dengan cara-cara kecil dapat memiliki efek besar pada tubuh Anda, mengangkat endorfin Anda dan mengendurkan otot-otot Anda yang kusut.
Terutama dengan depresi, hal-hal kecil penting.
2) Temukan cara untuk menggerakkan tubuh Anda sedikit setiap hari.
Penelitian menunjukkan bahwa 30 menit berolahraga yang membuat Anda hangat tiga kali seminggu atau lebih ideal untuk memerangi depresi; atau bahkan dalam 10-15 menit saja sudah dapat membantu.
Anda bisa menggerakkan tubuh misalnya dengan memutar tiga lagu, berjalan cepat di sekitar blok tiga kali sambil mendengarkan podcast favorit, atau beberapa rutinitas singkat lainnya.
Anda juga bisa melakukan squat sambil melipat cucian (lipat, jongkok, lipat, jongkok), atau berjalan di tempat sambil mencuci piring.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/depresi_20171118_170033.jpg)