Corona di Bali
Social Distancing, Ngaben di Gianyar Ini Memakai Kendaraan
Polres Gianyar mengunggah sebuah prosesi pengabenan di Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali, di mana 'wadah' atau tempat jenazah diarak
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Polres Gianyar mengunggah sebuah prosesi pengabenan di Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali, di mana 'wadah' atau tempat jenazah diarak menggunakan kendaraan roda empat.
Pemandangan tersebut terlihat menyedihkan, lantaran biasanya wadah diarak oleh masyarakat sebagai bentuk gotong-royong antar warga dalam hal kemalangan.
Berdasarkan data dihimpun, Senin (30/3/2020), prosesi pengabenan tersebut terjadi, Minggu (29/3/2020).
Dalam rekaman video, terlihat wadah yang diarak memakai kendaraan ini tengah memutar di persimpangan depan Puri Agung Gianyar.
Wadah tersebut dibawa menuju setra atau kuburan Desa Adat Beng, Gianyar.
Kasubbag Humas Polres Gianyar, IPTU Ketut Suarnata pengarang wadah menggunakan kendaraan tersebut atas kesepakatan keluarga dan masyarakat.
Namun ditegaskan, hal ini dilakukan bukan karena jenazah positif Covid-19. Tetapi ini dilakukan untuk mengikuti instruksi pemerintah tentang sosial distancing.
"Polres Gianyar selalu mengimbau supaya dalam setiap kegiatan tidak melibatkan orang banyak, untuk mengantisipasi penyebaran virus, dan imbauan kami mendapat respon baik di masyarakat.
Kapolsek Gianyar, Kompol Ketut Suartika juga mengatakan hal serupa.
Di mana pengabenan yang memakai kendaraan tersebut, bukan disebabkan warga yang bersangkutan kesepekan atau dikucilkan krama banjar.
"Bukan kesepakan banjar, tapi terkait sosial distancing. Tapi menggunakan kendaraan tersebut bukan kami yang meminta.
Kami hanya mengimbau pelaksanaan ngaben tidak melibatkan banyak orang," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengabenan-di-gianyar-menggunakan-kendaraan.jpg)