Corona di Bali
Begini Kronologis Lengkap Kontraktor Warga Gelogor Carik Terinfeksi Covid-19
Kepala Dusun Banjar Gelogor Carik Desa Pakraman Pemogan membeberkan kronologis ditemukannya kasus positif Covid-19 di wilayahnya
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dusun Banjar Gelogor Carik Desa Pakraman Pemogan, I Ketut Budiarta membeberkan kronologis ditemukannya kasus positif Covid-19 di wilayahnya.
Mulanya ia mendapat informasi pada tanggal 27 Maret 2020 setelah Hari Raya Ngepi.
"Ketua wilayah melaporkan kepada kami jam setengah 12 siang, 27 Maret 2020, setelah Nyepi," ujar dia kepada Tribun Bali di ruang kerjanya, Denpasar, Bali, Selasa (31/3/2020)
Bahwa disebutkan, warga pendatang yang mengontrak di wilayah tersebut terindikasi Covid-19 atas nama inisial MEP yang berprofesi sebagai kontraktor.
MEP tinggal satu rumah bersama istrinya yaitu MHW, 3 orang anak dan 2 Baby Sitter.
• Digempur Virus Corona, Bisnis Pariwisata di Bali Kelabakan, Okupansi Hotel Anjlok, Mall Tutup
• Masih Beraktivitas di Rumah, Adi Parwa: Semoga Corona Cepat Pulang Kampung
• Polres Klungkung Semprot Disinfektan di Ruas Jalan Utama Kota Semarapura dengan Mobil Water Canon
"Istri, 3 anak, dan 2 baby sitter, sehat namun sementara ikut dikarantina di mess suaminya tersebut," bebernya
MEP sebelum tanggal 13 Maret 2020 sempat melakukan perjalanan dinas luar kota di lima daerah, diantaranya Jakarta dan Yogyakarta.
Setibanya di Bali tanggal 13 Maret 2020 itu, yang bersangkutan merasakan tubuhnya tidak enak dan langsung koordinasi ke fasilitas kesehatan rumah sakit.
"Tanggal 13 Maret itu sampai di Bali , tubuhnya tidak enak sehingga koordinasi ke RS , dokter di RS hanya mengindikasikan kecapekan belum ada indikasi ke arah corona, kemudian pulang lah dia ke rumah," tuturnya.
Setelah itu, MEP juga sempat memeriksakan diri ke rumah sakit lain, dokter juga mengatakan bahwa Ia hanya kecapekan dengan gejala batuk biasa.
Akan tetapi, MEP merasakan ada yang tidak biasa ditubuhnya, Ia merasakan sesak.
"Sempat ke RS lain juga, sampai di RS itu dokter mengatakan hanya kecapekan hanya batuk biasa, tapi dia merasa dirinya ada sesak," ujarnya.
Kemudian pada 20 Maret 2020, Ia memutuskan untuk ke RS untuk konsultasi dengan dokter dan akhirnya dikarantina di RS tersebut.
"Saat itu, semua keluarga masih (di rumahnya) , tidak ada yang terindikasi, sehat," terangnya.
Keluarga sangat kooperatif berbagi informasi dengan sang Kepala Dusun.
Lalu pada tanggal 27 Maret 2020 menurut keterangan istri, sang suami dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan uji lab di Jakarta dan diketahui hasilnya.
"Antara tanggal 27 Maret itu baru keluar hasilnya dan positif menurut keterangan istri," jelasnya.
Lanjutnya, pada tanggal 30 Maret 2020 sang istri mengabarkan bahwa kondisi suaminya sudah membaik.
"Tanggal 30 Maret, keadaan suami sangat bagus dan membaik, infus, selang dan peralatan medis lainnya sudah dicopot bahkan sudah bisa berolahraga," paparnya.
Dan perkembangan informasinya, pagi ini sang suami sudah pulang dari rumah sakit dan menjalani karantina di mess kantor tempatnya bekerja.
"Sudah dinyatakan sembuh dan pulang dari RS, lalu lanjut menjalani karantina di mess," terangnya.
• Digempur Virus Corona, Bisnis Pariwisata di Bali Kelabakan, Okupansi Hotel Anjlok, Mall Tutup
• Masih Beraktivitas di Rumah, Adi Parwa: Semoga Corona Cepat Pulang Kampung
Sementara itu bagaimana dengan keluarga ?
Atas koordinasi berbagai pihak, Satgas Covid-19, perbekel, klien adat, prajuru adat, pecalang dan Puskesmas bersama pihak keluarga sendiri akhirnya seluruh keluarga untuk sementara sejak tanggal 28 Maret 2020, keluarga menjalani karantina di mess tempat suaminya bekerja.
"Sejak 28 Maret keluarga sudah tidak di rumahnya, dikarantina di mess kantor tempat suaminya bekerja namun semua sehat," katanya
Selanjutnya, setelah menjalani karantina, apakah akan kembali ke rumahnya, pihaknya mengaku akan ada koordinasi berbagai pihak lebih lanjut berkaitan dengan hal tersebut.
"Nanti akan ada koordinasi dahulu," tutur dia.
Pasca kejadian tersebut, wilayah tempat tinggal kontraktor tersebut sudah disemprot cairan disinfektan.
Dan saat ini warga beraktivitas normal.
"Kami imbau warga untuk disiplin menjaga kebersihan, menjaga jarak, menjaga diri dan lingkungan," pungkas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-penanganan-virus-corona-tips-menghindari-virus-corona.jpg)