Panen Gabah di Denpasar Awal Tahun Ini 5.590 Ton, Menurun dari Periode Sebelumnya
Sawah di Kota Denpasar pada awal tahun ini sudah memasuki masa panen padi. Panen ini bahkan telah dimulai sejak Januari 2020 kemarin.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sawah di Kota Denpasar pada awal tahun ini sudah memasuki masa panen padi.
Panen ini bahkan telah dimulai sejak Januari 2020 kemarin.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kota Denpasar, dari Januari hingga Maret ini banyaknya gabah kering yang didapatkan dari panen ini yakni 55.906,2 kwintal atau 5.590,62 ton.
Jumlah ini dihasilkan dari 2.170 hektar sawah yang ada di Kota Denpasar.
Adapun besaran hasil panen gabah perbulan yakni Januari 2020 sebanyak 10.145,94 kwintal, Februari 2020 sebanyak 28.229,18 kwintal dan Maret 2020 sebanyak 17.531,08 kwintal.
• Italia Perpanjang Masa Lockdown Covid-19 Sampai Paskah
• Neymar Beri Penjelasan Mengenai Foto Kumpul bersama Teman-temannya di Brasil
• Ini Alasan PKS Tolak Penerapan Darurat Sipil Cegah Covid-19, Mardani: Nanti Pemerintah Nyadap
Hasil panen paling banyak dihasilkan dari Denpasar Selatan sebanyak 31.473,12 kwintal, disusul Denpasar Utara sebanyak 9.041,62 kwintal, Denpasar Timur sebanyak 7.799,26 kwintal dan Denpasar Barat 7.592,20 kwintal.
Dibandingkan dengan hasil panen pada periode sebelumnya hasil panen ini mengalami penurunan.
Di mana pada Januari hingga Maret 2020 hasil panen gabah sebanyak 8.451,09 ton.
Sehingga terjadi penurunan sebesar 2.860,47 ton.
• Nyaris Nikahi Teman Aurel Hermansyah Yang 20 Tahun Lebih Muda, Sule Ungkap Alasan Gagal ke Pelaminan
• 10 Ekor Anjing di Karangasem Ditemukan Positif Rabies, Telah Gigit 17 Warga
• FKM UI Ungkap Skenario Terburuk Kasus Covid-19 di Indonesia, Ini Yang Bisa Terjadi
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Gede Ambara Putra mengatakan panen gabah di Kota Denpasar ini belum bisa memenuhi kebutuhan di Kota Denpasar.
“Karena tidak semua gabah ini juga dibeli orang Denpasar. Bisa keluar, tidak mencukupi kebutuhan di Kota Denpasar hasil produksinya,” katanya.
Ambara mengatakan untuk masa tanam padi di Kota Denpasar berlangsung dua kali dalam setahun.
Pertama periode Oktober-Maret, di mana Oktober masa tanam dan panen pada bulan Maret 2020.
Dan yang kedua periode April-September, di mana masa tanam pada bulan April dan panen pada September. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-padi_20160228_203701.jpg)