Corona di Bali
Ini Pentingnya Budaya Pemakaian Masker, Berkaca dari Jepang Tekan Angka Kasus Covid-19
Dalam situasi kasus koronavirus jenis baru atau Covid-19 yang masih berkembang di Indonesia, masker kini menjadi hal yang krusial.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam situasi kasus koronavirus jenis baru atau Covid-19 yang masih berkembang di Indonesia, masker kini menjadi hal yang krusial.
Seperti disampaikan Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof. Mahardika kepada Tribun Bali, Rabu (1/4/2020)
"Dalam stadium ini, dimana setiap orang mungkin sudah terpapar dan bawa virus di sini kita syukuri, kita masih sehat, penggunaan masker jadi sangat penting," kata Prof
Menurutnya, ada hal yang bisa dipelajari dari perkembangan kasus kematian karena Covid-19 di negara yang terbiasa pakai masker dan kurang terbiasa.
"Tugas mulia kita masing-masing ada dua, yaitu mengupayakan diri tak tertular dan mengupayakan diri tak menjadi sumber penular bagi orang lain," jelas dia.
Lanjut dia, dengan mengenakan masker maka seorang individu telah mengupayakan diri supaya tidak menjadi sumber penularan.
"Masker harus pakai. Tak perlu diganti sering. Bisa pakai *kain* sebagai masker," terang dia.
Disebutkannya, negara-negara Barat mengalami tingkat infeksi COVID-19 yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara Asia karena keengganan Barat untuk memakai masker.
"Kita perlu mengenakan masker untuk membantu menurunkan viral load COVID-19. Data menggambarkan, negara yang rendah pemakaian masker, jumlah meninggal dunia banyak. Masker menangkap partikel virus di bagian dalam, mencegah partikel virus mengudara," bebernya.
Pemerintah harus semakin gencar dalam sosialisasi pentingnya penggunaan masker. Berkaca dari negara Jepang. Negara Sakura itu memiliki budaya memakai masker di dunia
"Jepang adalah salah satu tingkat infeksi COVID-19 terendah. Meskipun populasi lansia besar di Jepang dan infeksi awal, tingkat infeksi dan kematian adalah salah satu yang terendah di dunia," paparnya
"Jepang memiliki 1.387 infeksi, namun menjadi salah satu negara paling awal yang terinfeksi," lanjut dia.
Masyarakat ditekankan untuk mengenakan masker saat berada di luar rumah.
"Kenakan masker saat berada di luar rumah untuk menghindari tetesan virus aerosol yang tersisa," jelasnya.
Masker N95 memang lebih baik daripada masker bedah, akan tetapi masker apa pun yang terpenting adalah sama - sama mencegah menghirup partikel uap air dengan virus.
"Penelitian menunjukkan bahwa masker buatan rumah bisa sangat efektif dalam melindungi terhadap virus," pungkas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelajar-di-jepang-menggunakan-masker.jpg)