PON Papua 2020
Begini Pesan Ketua KONI Bali Kepada Para Atlet PON Selama Pandemi Virus Korona
Mulanya KONI Bali memang telah mengimbau atletnya untuk melakukan social distancing, namun ternyata hal itu dinilai tak lagi cukup
Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali melanjutkan surat edaran pemerintah terkait anjuran physical distancing kepada masing-masing kontingen kepelatihan atlet PON XX/2020 Papua guna memutus rantai penyebaran virus corona.
Mulanya KONI Bali memang telah mengimbau atletnya untuk melakukan social distancing, namun ternyata hal itu dinilai tak lagi cukup dalam menangani virus corona, jadwal merumahkan para atlet pun ditambah hingga 29 Mei mendatang.
Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi berpesan kepada para atlet agar tidak meremehkan pandemi virus corona ini, kondisi ini sulit tapi atlet harus tetap berlatih mandiri di rumah masing-masing guna persiapan gelaran PON Papua Oktober mendatang.
"KONI Bali telah menerbitkan surat edaran tentang mengikuti anjuran pemerintah dalam hal bagaimana kita mendukung kebijakan pemerintah terkait physical distancing, sehiglngga atlet hanya bisa berlatih di rumah saja semaksimal mungkin yang dapat dilakukan baik itu fisik maupun teknis," katanya kepada Tribun Bali.
• Video Conference dengan Mendagri, Sekda Badung Sebut Bisa Manfaatkan Anggaran Belanja Tak Terduga
• Persiapan Atlet Minim Ditengah Pandemi Corona, KONI Bali Tunggu Kepastian Pelaksanaan PON Papua 2020
• Layanan Whatsapp Listrik Gratis PLN Bermasalah, Akan Beroperasi Lagi 6 April Mendatang
Latihan di rumah dengan kontrol sistem daring diakui Suwandi memang tak akan hasilkan efek maskimal terhadap skill dan teknik para atlet, namun hanya upaya itu yang terbaik untuk dilakukan di kondisi pandemi virus korona.
Situasi ini sekaligus membatalkan tes kebugaran fisik yang rencananya akan dilakukan di pertengahan tahun, selain itu KONI tak bisa lakukan uji coba kepada para atletnya baik sparing paryener atau lebih dikenal dengan try ini, try out.
"Kita pasti tidak bisa mengontrol secara maksimal apa yang dicapai dengan latihan di rumah ini, permasalahan sebagai dampak dari covid-19. Kita juga tidak bisa lakukan sparing paryner atau try in atau out sebagai uji coba termasuk test kebugaran lanjutan untuk mengetahui kondisi fisik para atlit," paparnya.
Kendati demikian Suwandi tidak mempermasalahkan itu semua, dirinya sadar yang harus difokuskan saat ini bukanlah prestasi semata, namun kesehatan dan usaha pemutusan virus korona adalah yang utama.
"Sekarangkan semua harus dengan data sebagai bahan kajian selanjutnya. Tapi bagi kami KONI Bali kesehatan dan menuntaskan covid-19 adalah yang utama," tegas Suwandi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketut-suwandi-ketua-koni-bali_20171103_154206.jpg)