Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

226 dari 637 Jemaat Acara Keagamaan di Bandung Terindikasi Virus Corona, Ini Rekam Jejaknya

Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan para jemaat GBI Lembang terinfeksi dari pendeta bersama istrinya

Tayang:
Editor: Eviera Paramita Sandi
Instagram/ridwankamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membagikan foto pelaksanaan tes masal (rapid test) covid-19 atau virus corona di akun Instagram, Sabtu (28/3/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG - Data terbaru terkait hasil rapid test di Jawa Barat mengungkap hasil yang mencengangkan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap satu data tersebut.

Tim telah mengadakan uji cepat gejala penyakit yang ditularkan virus Corona 2019 (Covid-19) terhadap 637 jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang mengadakan acara massa di Lembang, Bandung Barat, awal Maret lalu.

Hasilnya, 226 orang diindikasikan positif.

"Dari 637 jemaat Gereja Bethel yang dites, 226-nya positif atau 35 persen," ujar Ridwan Kamil saat melaporkan data terbaru kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin melalui teleconference, Jumat (3/4/2020).

Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan para jemaat GBI Lembang terinfeksi dari pendeta bersama istrinya tersebut yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Pendeta dan istrinya, sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Mereka (jemaat) berkumpul. Pendetanya melakukan sentuhan fisik. Ini rasionya yang lebih besar," kata dia.

Pada 24 Maret lalu diberitakan TribunJabar.Id, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengumumkan pasien dalam pengawasan (PDP) asal KBB yang meninggal dunia di Bandung, dinyatakan positif terpapar virus Corona.

Pasien tersebut diketahui merupakan seorang pendeta asal Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat yang sempat mengikuti kegiatan keagamaan di Lembang Asri pada 3-5 Maret 2020.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Network, dua orang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sukawarna Bandung, Jawa Barat, telah berpulang.

Seorang meninggal pada Sabtu 21 Maret pagi, dan seorang pendeta lainnya, meninggal Minggu 22 Maret sore.

Sebelumnya, dalam waktu 3 hari, sejak tanggal 3 hingga 5 Maret dilanjutkan tanggal 11 Maret, kedua pendeta memimpin acara ibadah doa, pujian, penyembahan dan pengurapan jemaat.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Nanang Ismantoro, mengatakan pasien yang meninggal tanggal 21 Maret memiliki mobilitas yang cukup tinggi.

"Di Kabupaten Bandung Barat yang positif itu ada dua. Pertama pendeta yang sudah meninggal, dan yang satunya lagi istrinya, saat ini sedang diisolasi di RSHS Bandung," ujar Nanang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (24/3/2020).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved