Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Satu Keluarga di Desa Abuan Bangli Jalani Rapid Test dan Isolasi Mandiri

Satu keluarga asal Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli, Bali kini harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari kedepan

Tayang:
Istimewa
Sejumlah petugas medis satgas covid-19 Bangli ketika melakukan rapid test pada tiga anggota keluarga di wilayah Desa Abuan, Susut. Jumat (3/4/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Satu keluarga asal Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli, Bali kini harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari kedepan.

Hal ini merupakan tindak lanjut, sebab satu orang anggota keluarga tersebut belakangan diketahui berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Informasi yang dihimpun, keluarga yang berstatus PDP ini merupakan crew salah satu kapal pesiar.

Meski menetap di wilayah Denpasar, pasien berusia 38 tahun tersebut sempat pulang ke rumahnya di Desa Abuan, Susut.

DP Gedung Hangus dan Akad Tanpa Resepsi, Fare Adinata Tetap Bahagia Atas Pernikahannya 

WIKI BALI - Bligungyudha Rilis Single Perdana ‘Rehat’, Ajak Refleksi Kepada Bumi di Tengah Corona

Apa Saja yang Dilamunkan Zodiak Saat Enggak Ada Kerjaan? Libra Suka Pikirkan Liburan

Ia juga sempat dilarikan ke rumah sakit lantaran mengeluh demam selama tiga hari, dan sempat menjalani perawatan selama beberapa hari.

Pada tanggal 2 April lalu, Pihak Dinkes Bangli mendapat informasi jika terdapat seorang pasien dinyatakan PDP asal Desa Abuan, Susut.

Berdasarkan informasi tersebut, Kadiskes Bangli, I Nengah Nadi mengaku, telah melakukan upaya penelusuran bersama sejumlah pihak terkait.

Baik kepala Desa Abuan, Tim Survailans Dinas Kesehatan dan Puskesmas Susut II, serta Bidan desa.

Berdasarkan hasil penelurusan, lanjutnya, diketahui bahwa yang bersangkutan kembali dari kapal pesiar pada tanggal 16 Maret 2020 silam dan langsung menuju ke Desa Abuan, Susut.

“Yang bersangkutan saat itu sudah merasakan kesehatannya menurun,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (3/4/2020).

Nadi mengatakan, pada tanggal 17 Maret 2020 yang bersangkutan mengeluhkan demam, dan sempat meminum obat.

Namun, hingga tiga hari menjelang, demam yang dialami tak kunjung mengalami perubahan, hingga akhirnya diantar ke Denpasar menuju RSU Trijata.

Oleh pihak RSU kemudian disarankan ke RSUP Sanglah.

“Pada tanggal 22 Maret yang bersangkutan mengalami keluhan demam, sesak, dan sempat dirawat selama 10 hari. Namun pada tanggal 1 April yang bersangkutan sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya telah membaik. Ia telah menjalani dua kali swab, serta hasil swab keduanya dinyatakan negatif. Yang bersangkutan merupakan pasien dalam pengawasan, dan selama menjalani masa pemeriksaan ataupun pemulihan tinggal menetap di Denpasar,” ucap Nadi.

Mengingat yang bersangkutan sempat berkontak dengan keluarganya di Desa Abuan, pihaknya bersama Satgas Covid-19 Bangli, akhirnya juga melakukan rapid test pada tiga anggota keluarga tersebut.

Dari hasil rapid tes, tiga anggota keluarga dinyatakan negatif.

“Untuk selanjutnya kami telah memerintahkan bidan desa untuk melakukan pemantauan kesehatan pada keluarga yang bersangkutan,” ujarnya.

Isolasi Mandiri.

Ketua Satgas Covid-19 Bangli, I Made Gianyar mengatakan, tiga anggota keluarga tersebut selanjutnya menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan logistic berupa kebutuhan pangan, akan disiapkan oleh Dinas Sosial.

Dalam hal ini Gianyar menyebut tiga anggota keluarga itu hanya menjalani isolasi mandiri selama 7 hari saja.

“Ini karena keluarga yang bersangkutan ini sudah pulang dari kapal sejak 15 hari lalu. Dan keluarganya di Abuan tidak ada gejala panas, batuk, dan sebagainya. Namun untuk melindungi warga, tetap kami lakukan rapid test. Nanti tujuh hari kemudian akan mendapatkan rapid test lagi. Kalau hasilnya negatif maka tidak akan kena 14 hari. Kalau yang di Selulung kan hanya dua hari, maka mereka kena 14 hari isolasi,” jelasnya.

Disinggung mengenai pemenuhan kebutuhan pangan mengingat dinas sosial tidak memiliki stok kebutuhan, Gianyar yang juga Bupati Bangli ini mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin.

Adapun dengan stok yang kini telah habis, pihaknya menyarankan agar dinas sosial segera mengusulkan kebutuhan.

“Saat ini sudah kami telah memproses penggunaan dana tak terduga. Dan baru hari ini tiang sudah acc pemanfaatan dana tak terduga sesuai usulan dari Dinas Kesehatan dan RSU Bangli. Sebab itu Dinsos kami harap segera usulkan apa saja kebutuhannya kepada Bupati,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data terkini, jumlah pelaku perjalanan yang pulang ke Bangli terdata sebanyak 416 orang.

Dimana 46 orang diantaranya asal Bangli, 185 orang asal Susut, 60 orang asal Tembuku, dan 125 orang asal Kintamani.

Dari jumlah tersebut, terdapat 305 pelaku perjalanan masih menjalani isolasi mandiri, sedangkan 78 orang telah selesai menjalani isolasi mandiri.

Adapun jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) terdata sebanyak 3 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 25 orang, dimana 4 orang telah selesai menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) terdata sebanyak 5 orang, dimana 3 orang masih dalam isolasi, dan 2 orang telah keluar dari status PDP.

Dari 5 orang PDP juga diketahui bahwa terdapat 1 orang asal Kintamani positif berdasarkan hasil swab. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved