Penumpang Garuda Indonesia Turun 40 Persen, Perusahaan Pangkas Rute Penerbangan
"Ini karena melihat kondisi bisnis dan masyarakat yang dalam kondisi ini, sangat tak menentu untuk berpergian," ujar Irfan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maskapai Garuda Indonesia memangkas rute penerbangan domestik dan internasional akibat merebaknya virus corona atau Covid-19.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra saat dikonfirmasi Senin (6/4/2020), mengatakan ada penyesuaian rute dan jadwal penerbangan yang dilakukan.
"Ini karena melihat kondisi bisnis dan masyarakat yang dalam kondisi ini, sangat tak menentu untuk berpergian," ujar Irfan.
Ia menambahkan, sebanyak 40 persen penumpang Garuda Indonesia mengalami penurunan karena kondisi wabah Covid-19.
• Jokowi Minta Masyarakat Selalu Gunakan Masker Kalau Keluar Rumah
• Akademisi Minta DPR Fokus ke Fungsi Pengawasan & Anggaran, Kawal Perppu 1/2020 Selama Pandemi Corona
• Leeteuk Super Junior Curhat Beratnya Jadi Leader: Perjuangan Debut Hingga Sering Dimarahi Agensi
"Tetapi kami pastikan akan tetap terbang, meskipun itu satu minggu sekali di tengah kondisi sulit seperti ini," ujar Irfan.
Diketahui sebelumnya, beberapa maskapai seperti AirAsia sudah melakukan pemberhentian operasional akibat wabah Covid-19.
AirAsia Indonesia menghentikan penerbangan domestik hingga 21 April mendatang. Sedangkan penerbangan rute internasional dihentikan hingga 17 Mei 2020.
Menanggapi hal tersebut, Irfan menyebutkan hingga saat ini pihaknya memastikan tidak akan menyetop operasional maskapainya kecuali ada larangan dari pemerintah dalam negeri, regional, dan negara internasional yang dituju.
"Bila tidak beroperasi, justru akan menjadi persoalan apabila masyarakat yang memiliki kepentingan darurat tidak bisa dilayani," ujar Irfan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pesawat-garuda-indonesia-saat-take-off-di-bandara-internasional-i-gusti-ngurah-rai.jpg)