Tekanan Terhadap Rupiah Akan Terus Berlanjut Ditengah Pandemi Covid-19, Begini Penjelasannya
Mengutip data Bloomberg secara year to date (ytd) hingga 31 Maret 2020, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah 17,62%
Untuk itu, Sutopo memperkirakan pergerakan rupiah di kuartal II-2020 akan mengambil nilai tengah Rp 16.000 per dolar AS sebagai acuan.
Jika kondisi pandemi membaik ada kemungkinan rupiah bisa menguat ke area Rp 15.000 per dolar AS, sebaliknya rupiah bisa mencetak rekor baru di kisaran Rp 17.500 per dollar AS jika situasi memburuk.
Terkait kebijakan pemerintah yang melonggarkan pembayaran dividen, Sutopo menilai hanya mampu menahan pelemahan rupiah di jangka pendek.
Fokus utama pasar, kembali pada kondisi sebaran Covid-19 yang memiliki dampaknya luas seperti risiko inflasi meningkat, hingga ke aktivitas ekspor dan impor, konsumsi rumah tangga dan tingkat investasi yang terganggu.
Pekan ini, rupiah diprediksi masih akan tertekan dan bergerak di rentang Rp 16.500 per dolar AS hingga Rp 17.500 per dolar AS.
"Jika kondisi wabah ini berlanjut terus, maka (rupiah) tetap akan jebol karena pertumbuhan ekonomi bisa jadi minus," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nilai-tukar-rupiah-merosot.jpg)