Ini Cara Mengelola Investasi di Tengah Pandemi Covid-19

Kondisi volatilitas keuangan yang tinggi membuat Anda harus berhati-hati dalam memilih instrument investasi yang tepat

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay
Foto ilustrasi harga saham turun 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tribunners, apa Anda suka berinvestasi ?

Investasi memang penting dilakukan, karena investasi dapat menjaga keuangan masa depan Anda.

Namun investasi ada fase naik dan turunnya.

Seperti saat wabah Covid-19 ini.

Masyarakat dan ASN Galang Donasi, Berikan Bantuan APD ke Petugas Medis di RSUD Klungkung

Sektor Pariwisata Diprediksi Baru Pulih 10 Bulan Pasca Pandemi Virus Corona, Ini Kata Wishnutama

WIKI BALI - Ini Daftar Nama Perbekel Desa Dauh Puri Kangin dan Masa Jabatan dari Tahun ke Tahun

Selama sebulan terakhir, investor terus dibayangi oleh rasa was-was melihat pergerakan pasar keuangan.

Ancaman penyebaran virus corona membuat pasar modal di seluruh kawasan meradang, tak terkecuali di Indonesia.

Kondisi ini tentunya membuat Anda sebagai investor khawatir, bingung, dan panik dengan pengelolaan investasi Anda.

Ditambah lagi kondisi volatilitas keuangan yang tinggi membuat Anda harus berhati-hati dalam memilih instrument investasi yang tepat.

Agar tidak salah langkah, Freddy Tedja, Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan jika Anda ingin berinvestasi dalam kondisi yang tidak pasti saat ini.

Hal pertama yang perlu Anda ketahui profil risiko Anda.

Profil risiko akan menentukan batas risiko atau tingkat kesiapan seorang investor dalam menanggung tingkat volatilitas, baik kala terjadi penurunan indeks maupun saat terjadi kenaikan indeks di berbagai instrumen investasi yang Anda miliki.

“Semua produk investasi tentunya memiliki risiko, walau sekecil apa pun. Dengan mengetahui profil risiko, investor bisa menentukan kelas aset mana yang paling sesuai,” kata Freddy dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2020).

Freddy mengatakan, produk reksadana merupakan instrumen investasi yang cocok bagi banyak kalangan karena memiliki banyak ragam dengan tingkat risiko yang berbeda-beda, sehingga dapat disesuaikan dengan beragam profil dan kebutuhan investor.

Jika investor yang tidak suka dengan volatilitas berlebihan dan merasa cukup nyaman dengan potensi imbal hasil investasi yang tidak terlalu tinggi biasanya akan jatuh pada profil risiko konservatif.

Investor dengan profil risiko konservatif umumnya memiliki model investasi jangka pendek.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved