Tiga Polisi Tewas Luka Tembak Setelah Bentrok dengan Anggota Oknum TNI
Informasi yang beredar, bentrok dipicu karena keributan awal pada Sabtu malam dan berlanjut hingga Minggu dini hari
Menurut Waterpauw, insiden yang terjadi Minggu dini hari itu sebetulnya sudah diselesaikan pada Sabtu (11/4/2020) sekitar pukul 23.00 WIT.
Namun, selanjutnya oknum anggota Polres Mamberamo Raya mendatangi pos Satgas Pamrahman Yonif 755/20/3-Kostrad.
"Dari laporan yang diterima, terungkap bahwa anggota yang meninggal itu bersama empat rekannya pada Minggu dini hari menyeberang ke Kasonaweja dan berupaya menyerang," ujarnya dikutip Kompas.com dari Antaranews.com.
Kasus bentrok kelompok TNI dan Polri ini terjadi di tengah pandemi virus corona di Tanah Air, termasuk di Papua dengan satu kasus positif corona.
Tiga hari sebelum kasus bentrok tersebut, tim gabungan Polri dan TNI berhasil menangkap tiga orang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembak tiga karyawan PT Freeport.
Dua orang di antaranya tewas tertembak oleh petugas.
Mereka ditangkap pada Kamis (9/4/2020) pukul 05.30 WIB di Jalan trans Nabire. Mereka diduga kuat bagian kelompok KKB yang terlibat penembakan di pusat administrasi PT Freeport di Kuala Kencana pada 30 Maret 2020 lalu.
Dari pelaku, petugas menemukan barang bukti berupa senjata air soft gun merk Glock, senjata api rakitan, ratusan butir peluru, belasan senapan angin, puluhan selongsong, kampak, sejumlah busur dan 90 anak panah, puluhan telepon genggam, sejumlah handy talkie hingga bendera corak bintang Kejora.
Sebelum itu, tim gabungan menangkap enam orang terduga penyuplai bahan pokok ke KKB.
(tribun network/igm/git)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-bentrok2_20160312_125358.jpg)