Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Begini Suka Duka Ratu Tisha Selama Menjabat Sekjen PSSI

Pengumuman itu ia sampaikan lewat akun media sosialnya. Ratu Tisha meninggalkan jabatan

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Sekjen PSSI Ratu Tisha saat diwawancarai oleh rekan jurnalis di Kongres PSSI di Bali, Sabtu (19/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ratu Tisha Destria mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI per Senin (13/4/2020).

Pengumuman itu ia sampaikan lewat akun media sosialnya. Ratu Tisha meninggalkan jabatan yang ia emban sejak Juli 2017.

Ia mempunyai perjalanan karier yang luar biasa di PSSI.

Keberhasilan Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 2021 adalah salah satu prestasi Ratu Tisha selama menjabat Sekjen PSSI.

Di Tengah Pandemi, Kapal Pesiar Misterius Melintas di Perairan Raja Ampat dan Hebohkan Warga

Heboh Pesta Miras Saat Social Distance Berujung Keributan di Gelgel Klungkung, Polisi Amankan Ini

Tepat pada 3 September 2019, Ratu Tisha dan tim PSSI berhasil menyelesaikan 205 dokumen sebagai syarat bidding ke FIFA.

Ia menyatakan keberanian Indonesia mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 adalah tolok ukur apakah PSSI bisa mewujudkan target yang sudah dicanangkan.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kedua dari kiri) bersama kedua wakilnya Iwan Budianto dan Cucu Soemantri, dan Sekretaris Jenderal Ratu Tisha Destria, di Kantor AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (12/11/2019).
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kedua dari kiri) bersama kedua wakilnya Iwan Budianto dan Cucu Soemantri, dan Sekretaris Jenderal Ratu Tisha Destria, di Kantor AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (12/11/2019). (DOK PSSI via KOMPAS.COM)

"Batu loncatan pertama untuk membuktikan apakah fondasi menuju target-target PSSI tersebut cukup kuat adalah dengan berani mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang diselenggarakan tahun 2021," ujar Ratu Tisha saat mengunjungi Menara Kompas, Oktober 2019.

Sebelumnya, yakni pada Juni 2019, Ratu Tisha diangkat menjadi Wakil Presiden AFF (Federasi Sepak bola ASEAN) periode 2019-2023.
Diangkatnya Ratu Tisha menjadi Wakil Presiden AFF membuat namanya menjadi sejarah baru bagi persepakbolaan Asia Tenggara.

Sebab, Ratu Tisha menjadi Wakil Presiden AFF pertama dari kalangan wanita.

Ada suka, ada pula duka yang dirasakan Ratu Tisha selama mengemban jabatannya di PSSI.

Ia sempat mengalami peristiwa kurang mengenakkan saat menonton pertandingan final Piala Indonesia antara PSM Makassar dan Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, 6 Agustus 2019.

Ratu Tisha sempat diminta pulang oleh suporter PSM setibanya di VVIP Stadion Andi Mattalatta.

Tak hanya itu, suporter juga meneriaki PSSI mafia. Merasa tidak nyaman, Ratu Tisha langsung diminta masuk ke dalam Stadion Andi Mattalatta.

Dua bulan kemudian, Ayahanda Ratu Tisha, Tubagus Adhe Hidayat, meninggal dunia pada 24 Oktober 2019.

Padahal, sehari sebelumnya, Ratu Tisha baru saja mewakili Indonesia dalam general meeting FIFA di Shanghai, China.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved