Serba Serbi di Rumah Saja
Kalo Bisa Omong, Kulkas Mungkin Udah Bosan Ketemu
Sampai terkadang bosan selalu ditanya, “Sing megae (tidak kerja)? Sing masuk (tidak pergi kerja)?”.
oleh: Ayu Sulistyowati (profesional media, tinggal di Badung)
Sampai lupa hari rasanya.
Sudah lebih dari 14 hari, sejak tanggal 16 Maret 2020 jalani program #dirumahaja demi memutus penyebaran virus Covid-19.
Anak-anak sekolah dari rumah, sebagian besar orang kerja dari rumah, sembahyang juga dari rumah, belanja dari rumah, ngrumpi dari rumah, serba jadi orang rumahan.
Padahal, sebelum adanya program ini, beberapa orang termasuk tetangga saya mengira bahwa di rumah aja itu malas.
Sampai terkadang bosan selalu ditanya, “Sing megae (tidak kerja)? Sing masuk (tidak pergi kerja)?”.
Lah, kerjaan bukan pegawai negeri sipil atau karyawan swasta dengan jam kerja tetap setiap hari itu memang susah menjelaskannya kepada “khalayak”.
Nah, sekarang… saya sebagai ibu rumah tangga yang juga bekerja tidak ada jam kerja pasti, lumayan terbebas dari pertanyaan-pertanyaan itu yang hampir bertahun-tahun bikin malas jawabnya.
Ada positifnya juga ternyata program #dirumahaja, setidaknya membantu tanpa menjelaskan lagi pada khalayak mengapa di rumah aja.
Tetapi, ada yang makin lama membuat saya semakin seperti “membeku”.
Iya, ini urusan dapur dan perut.
Mendadak makanan pun jadi harus diolah sendiri menjadi masakan rumahan.
Bagi ibu rumah tangga yang biasa masak tiap hari, kayaknya tidak terlalu bermasalah.
Tapi, apa iya, mereka tidak bermasalah?
Saya juga sebelum #dirumahaja hampir tiap hari masak untuk keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/di-rumah-aja-mbak-ayu.jpg)