Breaking News:

Corona di Bali

15 Mei 2020 Hotel di Bali Akan Dibuka, Juni Optimis Bisa Datangkan Wisatawan dari China

Agung Partha mengatakan, OTA pertama yang dilibatkan adalah Traveloka untuk menampung wisatawan domestik.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Sejumlah turis China mendominasi kunjungan di Pantai Kelan, Badung, Selasa (23/10/2018). Pariwisata Bali dijual murah kepada wisatawan China. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, beberapa hotel di Bali akan mulai beroperasi 15 Mei 2020.

Ia memperkirakan bulan Juni hotel-hotel di Bali sudah diperbolehkan menerima tamu menginap. 

"Informasi dari BIN (badan intelijen negara) itu Juni puncaknya. Jadi Mei-Juni itu kita ada harapan. Karena dari pihak OTA (Online Travel Agent) tanggal 15 Mei 2020, beberapa hotel itu harus buka. Nah keliatannnya mereka kalau buka Mei berarti Juni dia bisa terima hotel-hotel itu," kata Partha Adnyana usai menghadiri acara serah terima sembako dari Kementerian Pariwisata di Aula Joop Ave Politeknik Pariwisata Bali (dulu STP), Jalan Dharmawangsa, Kuta Selatan, Badung, Jumat (17/4/2020).

OTA adalah semacam marketing online bagi para pebisnis hotel.

Bagi pengusaha hotel, keberadaan OTA amat penting karena layanannya yang berbasis online untuk bisa menarik tamu lebih cepat mudah, dan praktis.

Agung Partha mengatakan, OTA pertama yang dilibatkan adalah Traveloka untuk menampung wisatawan domestik. 

"Pertama yang macam Traveloka, yang domestik lah. Yang utama kan pasti domestik. Kita harapkan begitu," kata Partha

Namun demikian, jika seandainya ekspektasi dan perkiraan tersebut meleset alias pandemi Covid-19 di Bali masih belum menunjukkan penurunan, maka kemungkinan rencana ini diundur.

"Ya kalau belum diundur, mungkin Juli-Agustus," katanya

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa sempat menyampaikan perkiraannya bahwa bulan Juni, Bali sudah bisa mendatangkan turis China ke Bali.

Sebab, menurutnya saat ini kasus Covid-19 di China sudah tidak ada lagi yang baru.

Saat ini, Putu Astawa mengatakan Pemerintah Provinsi Bali sedang fokus menangani Covid-19 agar tidak ada kasus baru lagi dan Bali segera pulih. 

30 Ribu Pekerja Pariwisata Bali Butuh Bantuan

Agung Partha Adnyana juga mengungkapkan, saat ini ada 20 ribu - 30 ribu pekerja pariwisata membutuhkan bantuan.

Mereka adalah para pekerja hotel, restoran dan tempat hiburan. 

"Kalau dibulatkan datanya itu antara 20-30 ribu. Mereka semua butuh bantuan, karena ada yang dirumahkan dan di-PHK," katanya.

Data tersebut dirangkum dari perkiraan bahwa di Bali ada 100 ribu kamar hotel.

Dari perkiraan tersebut, ada 120 ribu pekerja pariwisata aktif di Bali.

"Untuk data pastinya saya belum ada. Saya mulai hitung. Hitung yang benar sesuai dengan datanya. Yang saya sebut butuh bantuan itu, yang pekerja kontrak yang langsung di-PHK oleh bosnya. Jadi pemerintah harus ambil alih," katanya.

Partha Adnyana mengapresiasi dan berterimakasih atas bantuan 8.000 sembako yang diberikan Kementerian Pariwisata kepada para pelaku pariwisata Bali yang saat ini memang membutuhkan bantuan.

Namun demikian, ia berharap agar penguluran bantuan ini tidak selesai sampai di sini saja.

"Sebab 8.000 ribu itu masih kurang, saya harapkan tidak hanya sekali, sebab jumlah yang butuh bantuan itu 20 - 30 ribu," ujar Partha Adnyana. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved