Corona di Indonesia

Bisnis UMKM Olahan Makanan Paling Terdampak Corona, Ini Hasil Survei Kemkop UKM

sekitar 35,9% responden mengalami penurunan omzet lebih dari 60% dan ada 27,7% responden yang terpaksa berhenti beroperasi untuk sementara

Pixabay
Ilustrasi memasak makanan - 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pandemi corona atau Covid-19 meluluhlatahkan banyak bisnis, tak terkecuali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berdasarkan survei dari Smesco Indonesia, salah satu institusi di bawah naungan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM), ternyata UMKM sektor makanan olahan yang paling banyak terpukul dengan efek dari corona.

Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menjelaskan, dari hasil survei terhadap 722 responden UMKM mulai tangga 31 Maret - 20 April lalu, didapatkan 35,6% pelaku UMKM sektor olahan makanan terdampak Covid-19.

Beri Stimulus di Tengah Pandemi Corona, Pemerintah Hapus Pajak UMKM Selama 6 Bulan

Kemudian disusul sektor kerajinan 13,8%, fesyen sebesar 16% serta sisanya adalah sektor lain seperti rumah makan, jasa, manufaktur, pertanian, warung kopi, kue kering, perdagangan dan lainnya.

“Omzet mereka menurun drastis, dan saat ditanyakan apakah harga bahan baku naik atau tidak, jawaban naik dan banyak yang impor,” tutur Leonard saat teleconference Kemkop UKM, Selasa (21/4).

Dari survei tersebut, sekitar 35,9% responden mengalami penurunan omzet lebih dari 60% dan ada 27,7% responden yang terpaksa berhenti beroperasi untuk sementara.

Dukung Bisnis UMKM Lokal Ditengah Pandemi COVID-19, GoFood Hadirkan Program HARKULNAS di Pulau Bali

Kemudian UMKM yang omzetnya turun antara 31%-60% sebanyak 20,8%, dan sisanya UMKM yang mengalami penurunan omzet 10%-30%.

Tak cuma pendapatan yang terganggu, para UMKM juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baki. Mulai dari harga bahan baku yang kerap naik (pernyataan 65,9% responden), sulit mendapatkannya karena impor (12%) dan terbatas (45,9%) serta pengiriman bahan baku terganggu (41,1%).

Leo juga menyebut ada 16,5% UMKM melakukan pengurangan jam kerja namun tetap bekerja, 14,5% pengurangan hari kerja menjadi 3 hari -4 hari dalam seminggu, disusul dengan 12,4% restrukturisasi fungsi dan jam kerja, dan lain sebagainya.

Bupati Klungkung Lakukan Pendataan Dampak Covid-19, Sasar Pekerja Pariwisata Hingga UMKM

Salah satu upaya membantu UMKM meminimalisir dampak Covid-19 dengan menyediakan layanan online yang melibatkan 1.000 peserta UMKM lewat Sparc Campus. Program tersebut disajikan secara virtual melalui aplikasi meeting virtual dan live streaming facebook, Youtube dan website Smesco.

“Rata-rata karyawan bekerja lagi jadi pekerja part time, shift dikurangi dan sebagainya,” kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul Bisnis UMKM olahan makanan paling terdampak corona, https://nasional.kontan.co.id/news/bisnis-umkm-olahan-makanan-paling-terdampak-corona

Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved