Prilaku Unik Lemur Jantan Ketika Musim Kawin Tiba, Keluarkan Aroma "Parfum" Ini Demi Pikat Si Betina
Lemur yang masuk ke ordo primata, dikenal sebagai hewan yang punya cara tak biasa demi memikat perhatian si betina saat musim kawin.
TRIBUN-BALI.COM - Lemur, hewan endemik asal Madagaskar Afrika punya kebiasaan unik ketika musim kawin tiba.
Lemur yang masuk ke ordo primata, dikenal sebagai hewan yang punya cara tak biasa demi memikat perhatian si betina saat musim kawin.
Dilansir via Kompas.com, demi menarik si betina Lemur ekor cincin jantan (Lemur catta) mengeluarkan aroma manis mirip bau buah.
Bau tersebut dihasilkan dari kelenjar yang terdapat pada pergelangan tangan mereka.
Lemur ekor cincin memiliki kelenjar aroma yang berkembang baik di bahu dan pergelangan tangan.
Kelenjar itu melepaskan bahan kimia tertentu, yang mampu menunjukkan peringkat sosial atau menandai wilayah lemur.
Namun dalam pengamatan perilaku, lemur ekor cincin ternyata juga menggunakan aroma yang berasal dari kelenjar untuk menarik perhatian betina.
Selama musim kawin, lemur akan menggosok pergelangan tangan ke ekor berbulu mereka dan mengibaskan ekornya ke arah lemur betina.
Dalam studi yang terbit di jurnal Current Biology, peneliti dari Universitas Tokyo, Kazushige Touhara bersama tim mengamati perilaku lemur ekor cincin di pusat penelitian.
Mereka menemukan bahwa lemur betina cenderung mengendus lemur jantan sekitar 2 detik lebih lama selama musim kawin.
Untuk menyelidiki apa yang sebenarnya dicium oleh lemur betina tersebut, tim peneliti mengumpulkan sekresi dari pergelangan tangan lemur jantan dan menganalisisnya di laboratorium.
Dengan menggunakan analisis kimia, para peneliti menemukan tiga senyawa - yang disebut aldehid - yang bertanggung jawab atas aroma itu.
Menurut peneliti, senyawa tersebut merupakan feromon seks pertama yang diidentifikasi pada primata.
Feromon sendiri merupakan bau yang dikeluarkan oleh tubuh untuk menarik lawan jenis.
"Biasanya feromon seks pada binatang liar cenderung berbau tidak sedap. Namun kami terkejut, bau yang dikeluarkan lemur relatif tak mengganggu, seperti buah dan bunga," kata Touhara, dilansir New Scientist, Kamis (16/4/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lemur-binatang-endemik-asal-madagaskar.jpg)