Ucap Syukur Nelayan Saat Krisis, Tangkapan Ikan Melimpah di Balik Wabah

Setiap pagi para istri nelayan menunggu suaminya datang dari laut. Setelahnya mereka menjajakan ikan-ikan tangkapan suaminya pada masyarakat

Istimewa
Sejumlah nelayan memperbaiki jaring usai melaut di Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Sukawati, Selasa (21/4/2020) 

GIANYAR, TRIBUN-BALI.COM  - Sejak beberapa pekan belakangan, para nelayan khususnya di Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati mendapatkan tangkapan ikan melimpah.

Bahkan ada nelayan yang melaut sebanyak dua kali sehari.

Para nelayan kini kembali bersemangat melaut. Meski saat ini ekonomi secara umum sedang lesu, hasil tangkapan mereka selalu laku terjual.

Bagi mereka, ini berkah di balik susahnya hidup akibat wabah.

“Sampai-sampai ada nelayan sekarang yang melaut dua kali sehari karena banyaknya ikan yang bisa ditangkap, dan hasil tangkapan selalu laku,” ujar tokoh nelayan setempat, I Wayan Puja, Selasa (21/4).

Kata Puja, jumlah nelayan yang masih aktif di Pantai Gumicik sebanyak 35 orang, dan semuanya mendapatkan tangkapan ikan melimpah. Bahkan suasana pagi di Pantai Gumicik, bisa dikatakan kembali ke suasana Bali tempo dulu.

Setiap pagi para istri nelayan menunggu suaminya datang dari laut. Setelahnya mereka menjajakan ikan-ikan tangkapan suaminya pada masyarakat yang datang untuk membeli ikan yang masih segar.

“Kadang begitu nelayan menyandarkan perahunya di pantai, ikannya sudah dibeli masyarakat. Kadang nelayan baru turun dari perahu tangkapannya sudah habis terjual.

Bila ikan tidak habis di perahu, biasanya dijajakan oleh istri-istri nelayan ke seputaran Pantai Gumicik. Para nelayan tetap menerapkan sosial distancing, dengan membatasi dan menjaga jarak dengan pembeli,” ujar Puja.

Rata-rata tangkapan ikan para nelayan saat ini mencapai 20 kilogram sampai 100 kilogram .

Jika nelayan beruntung, kata dia, biasanya mereka mendapatkan ikan tuna kecil di luar tangkapan lain yang mereka sebut Anyar Ketewel.

Rata-rata hasil tangkapan ini dijual dari Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per sebungkus kresek kecil atau hampir satu kilogram.

“Kalau ikan tuna kecil yang beratnya 5 kilogram, biasanya dibeli oleh restoran atau warung kuliner seafood,” ujarnya. 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: I Putu Darmendra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved