Corona di Bali

Sudah 209 PMI Asal Denpasar Jalani Karantina di Rumah Singgah,Tilem Kadasa Diajak Sembahyang Bersama

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah

Pixabay
Ilustrasi karantina covid-19 - Karantina Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental, Begini Cara Menangani dan Mengurangi Efeknya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Data terakhir hingga hari ini, Rabu (22/4/2020) sebanyak 209 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Denpasar di karantina di beberapa hotel atau yang disebut rumah singgah.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah.

Dan bertepatan dengan Tilem Kadasa, para PMI ini melaksanakan persembahyangan bersama di rumah singgah dengan tetap berpatokan pada protokol kesehatan.

Saat bersembahyang mereka mengikuti physical distancing atau dengan menjaga jarak saat bersembahyang.

China Klaim 94 Persen Pasien Virus Corona Dinyatakan Sembuh, Kini Lebih Dari 2,5 Juta Kasus di Dunia

Kanwil Kemenag Bali Beri Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 H, Begini Isinya

Penyanyi Nadia Nevita Donasikan 1.000 Masker di Desa Busungbiu dan Desa Pelapuan Buleleng

"Iya pada hari ini bertepatan dengan Tilem Kadasa para PMI yang sedang mengikuti proses karantina melakukan persembahyangan bersama di Pura Padmasana Hotel tempat karantina," kata Dewa Rai.

Dewa Rai menambahkan, untuk menjaga kebugaran selama mengikuti karantina para PMI juga melaksanakan kegiatan olah raga dan jemuran di areal hotel. 

Setelah seluruh PMI menjalani masa karantina selama 14 hari dan dinyatakan negatif, yang bersangkutan pun kembali diwajibkan untuk melaksanakan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

 Dewa Rai kembali mewanti-wanti, selama 14 hari tersebut, pihak keluarga tidak diperbolehkan menjenguk dan hanya bisa berkomunikasi via telepon atau media sosial.

 Dalam masa karantina akan diawasi selama 24 jam oleh 3 tenaga medis dari RSUD Wangaya maupun Puskesmas termasuk juga dijaga oleh Satpol PP yang bekerja sama dengan pihak security hotel.

Dewa Rai berharap kepulangan PMI yang diperkirakan mencapai  ribuan orang secara bergelombang, baik yang melalui jalur darat, laut maupun udara agar lebih disiplin mengikuti arahan Pemerintah. 

Selama menjalani karantina, Pemkot Denpasar menanggung biaya makan serta keperluan lainnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved