Kanwil Kemenag Bali Beri Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 H, Begini Isinya

Ada beberapa aturan mengenai ibadah di bulan puasa dan Idul Fitri dalam siutasi pandemi covid-19, yang utama adalah pelaksanaan puasa wajib

Pixabay
Ilustrasi bulan ramadan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bali mengeluarkan panduan terkait ibadah Ramadan dan Idul Fitri di tengah pandemi covid 19.

Panduan itu tertulis dalam surat edaran nomor B-988/KW.18.2.1/BA.02.3/04/2020 yang telah di rumuskan dalam rapat koordinasi antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, MUI Bali, Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bali, Kodam IX/Udayana, dan Polda Bali.

Dalam panduan tersebut telah ditanda tangani oleh Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bali, H Nurkhamid, Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bali H. Bambang Santoso, dan Ketua Umum MUI Bali Taufik As'adi.

Ada beberapa aturan mengenai ibadah di bulan puasa dan Idul Fitri dalam siutasi pandemi covid-19, yang utama adalah pelaksanaan puasa wajib dilaksanakan oleh umat muslim 

Penyanyi Nadia Nevita Donasikan 1.000 Masker di Desa Busungbiu dan Desa Pelapuan Buleleng

Dituntut 7 Tahun Penjara Karena Dugaan Kasus Pencabulan Anak, Kato Membela Diri

Hasil Tes Swab Pasien yang Meninggal di RSUD Buleleng Dinyatakan Negatif Virus Corona

"Umat muslim di Provinsi Bali tetap berkewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan 1441 Hijriyah/2020 Masehi," kata Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bali, H Nurkhamid dalam keterangan tertulis.

Selain itu umat muslim yang berada di Provinsi Bali juga dianjurkan untuk bertahan di Bali selama Ramadan dan Idul Fitri guna memutus rantai persebaran covid-19.

"Umat Islam di Provinsi Bali tetap Bertahan Tinggal di Bali selama Ramadan dan pasca Idul Fitri untuk memutus penyebaran covid 19," tulisnya.

Terkait aturan pelaksanaan salat, umat muslim dianjurkan untuk tidak melakukan ibadah di masjid atau musala, begitu juga dengan iktikaf, sahur dan buka bersama.

"Umat islam tidak diperkenankan melakukan kegiatan salat lima waktu, salat Jumat, salat Tarawih, buka puasa atau sahur bersama, peringatan Nuzulul Qur'an, I'tikaf, salat Idul Fitri di Masjid, Musholla atau tempat umum," paparnya.

Dalam panduannya itu tertulis juga aturan mengenai zakat, umat islam yang akan berzakat, baik itu zakat mal dan zakat fitrah agar tidak menunda-nunda supaya cepat pendistribusiannya.

 "Panitia pengumpul zakat, infak, sedekah agar menjemput di rumah muzaki (orang yang menerima zakat). Dalam terbatasnya amil, penyerahan zakat juga dilarang kontak fisik secara langsung dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan sarung tangan, serta menjaga jarak," terangnya.

"Pendistribusian zakat, infaq, dan shadaqah agar tidak menggunakan   sistem panggilan atau kupon akan tetapi penyerahannya secara langsung kepada mustahik," sambung dia.

Aturan atau panduan ini berlaku sejak ditetapkan dan berakhir saat pandemi dinyatakan selesai oleh pemerintah pusat dan daerah. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved