Corona di Bali

Hasil Tes Swab Pasien yang Meninggal di RSUD Buleleng Dinyatakan Negatif Virus Corona

Demikian dengan anaknya, seorang pekerja kapal pesiar yang sempat diisolasi di RS Pratama Giri Emas, setelah dua kali dilakukan swab,

Pixabay
Ilustrasi tes virus corona 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Salah satu pasien yang meninggal di RSUD Buleleng, sebelumnya diduga tewas akibat terinfeksi virus corona, dinyatakan negatif dari virus tersebut.

Demikian dengan anaknya, seorang pekerja kapal pesiar yang sempat diisolasi di RS Pratama Giri Emas, setelah dua kali dilakukan swab, hasilnya juga negatif. 

Kepada Tribun Bali, Anak almarhum yang namanya enggan disebutkan mengatakan, setelah sang ayah meninggal, ia memang sempat menjalani rapid test karena memiliki riwayat perjalanan ke negara Italia.

Hasilnya diakui sempat positif. Sehingga ia langsung dibawa ke RS Pratama Giri Emas untuk menjalani swab.

Transformasi PLN, ‘Power Beyond Generations’

Anak Tukang Suun di Pasar Kidul Bangli Dinyatakan Positif Covid-19

Belva Devara Mundur sebagai Stafsus Presiden, Fadli Zon: Sekalian Harus Mundur dari Proyeknya

Demikian dengan jenazah sang ayah, juga diswab untuk lebih memastikan apakah almarhum benar meninggal karena terinfeksi virus corona atau tidak.

 "Setelah bapak saya diswab, hasilnya negatif. Saya juga diswab dua kali, hasilnya juga negatif. Hari Minggu (19/4) kemarin saya sudah diperbolehkan pulang," terangnya. 

Imbuh dia, kondisi sang ayah akhir-akhir ini memang drop semenjak melakukan operasi batu ginjal pada Desember 2019 lalu. 

 Namun ia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab sang ayah menghembuskan nafas terkahir di RSUD Buleleng pada Kamis (16/4) lalu, karena belum menerima surat keterangan kematian dari rumah sakit.

"Habis saya ke rumah sakit, bapak meninggal tanggal 16. Saya langsung dirapid test, hasil pertamanya positif. Jadi karena saya sempat kontak dengan bapak, jadi bapak dibilang mengidap penyakit corona tersebut. Saya langsung dibawa ke Giri Emas, bapak juga langsung diswab.  Ternyata setelah diswab, hasilnya negatif. Saya juga diswab dua kali hasilnya negatif. Saya sudah minta surat keterangan negatif dari tim medis, namun belum diberikan. Katanya nanti barengan dengan sertifikat kematian bapak," jelasnya. 

Pria yang wanti-wanti agar namanya tidak disebutkan ini menuturkan, kembali dari Italia pada 17 Maret lalu.

Selama berada di atas kapal, ia sudah menjalani karantia selama 14 hari dan kesehatannya selalu dicek oleh petugas kesehatan.

 "Setelah dicek di kapal, hasilnya negatif makanya saya diperbolehkan pulang ke Buleleng. Setelah tiba di Buleleng, saya melapor ke RSUD, waktu itu belum ada rapid test. Saya hanya discreening dan diminta isolasi mandiri di rumah 14 hari. Kata petugas medis di rumah sakit, kalau selama 14 hari tidak ada gejala klinis, saya bebas dari virus.  Makanya saya tidak melapor lagi," terangnya. 

Sementara Sekda Buleleng, yang juga sebagai Sekretaris Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa juga membenarkan jika hasil swab yang dilakukan terhadap  PMI tersebut, beserta almarhum ayahnya negatif dari virus corona. "Negatif," singkatnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved