Corona di Bali

Wajib Pakai Masker Saat Masuk Wilayah Renon Denpasar, Sembilan Pintu Masuk Dijaga Pecalang

Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, Desa Adat Renon mulai Rabu (22/4/2020) memperketat pengawasan bagi warga yang masuk

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Penjagaan di pintu masuk Renon 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, Desa Adat Renon, Denpasar, Bali, mulai Rabu (22/4/2020) memperketat pengawasan bagi warga yang masuk wilayah desa adat setempat.

Warga yang akan memasuki wilayah tersebut diwajibkan menggunakan masker.

Apabila tidak menggunakan masker, maka mereka tak diijinkan memasuki wilayah desa.

Bendesa Adat Renon, I Made Sutama mengatakan, terdapat sembilan titik yang diawasi oleh pihak desa adat terkait penggunaan masker ini.

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Pada Jumat Ini, Berikut Imbauan Terkait Wabah Virus Corona

Jika Semua Hotel & Vila Mau Bekerjasama, Kapasitas Kamar Karantina di Gianyar Melebihi Jumlah PMI

Berstatus ODP Covid-19 & Pernah Bekerja sebagai TKW di Malaysia, Wanita di Bondowoso Meninggal

Selain di pintu masuk, pengawasan ini juga dilakukan di tempat keramaian seperti pasar.

“Sebelum melakukan hal ini, kami sudah melakukan sosilasisasi dan edukasi kepada warga Renon. Kami juga memasang sejumlah spanduk imbauan di beberapa titik,” kata Sutama.

Untuk melakukan penjagaan, pihaknya menerjunkan pecalang yang terbagi ke dalam tiga shift.

Mereka bertugas menjaga setiap titik pintu masuk ke wilayah desa.

“Bagi yang tidak menggunakan masker kami minta untuk balik dan tidak boleh masuk wilayah kami. Sementara jika yang melanggar krama Renon akan dikenakan sanksi sosial,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved