Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hasil Rapid Test Berubah-ubah, Anggota Dewan Ogah Dikarantina Malah Ngotot Ngantor

Mahmudi juga menolak melakukan tes swab untuk menyikapi beda hasil rapid test di gedung DPRD Bangkalan dengan tes mandiri di RS Siloam.

Editor: Bambang Wiyono
Pixabay
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, BANGKALAN - Sikap anggota DPRD Bangkalan, Madura ini tidak bisa menjadi panutan. Sudah dinyatakan hasil rapid test positif Covid-19, masih enggan untuk dikarantina. Bahkan ngotot ingin tetap ngantor.

Sebelumnya mereka melakukan rapid test secara mandiri di rumah sakit. Hasilnya, dinyatakan negatif virus corona atau Covid-19.

Hasil tes dari rumah sakit tersebut membuat anggota DPRD itu yakin negatif dari virus Corona.

Namun pada rapid test di gedung DPRD Bangkalan, Rabu (22/4/2020) terhadap semua anggota Dewan, Anggota Komisi A Mahmudi itu dinyatakan positif Corona.

Dia harus menjalani karantina di Gedung Balai Diklat. Namun dia bersikukuh menolak untuk karantina. Alasannya, hasil tes yang dilakukannya secara mandiri di RS Siloam Surabaya menunjukan negatif virus coorna.

"Saya tidak mau, diminta datang ke Balai Diklat untuk isolasi," ungkap Mahmudi kepada Surya, Kamis (23/4/2020).

"Saya mau ngantor, silakan tim gugus tugas (Covid-19) temui saya di kantor," sergah dia.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan akhirnya menemui Mahmudi di Gedung DPRD Bangkalan untuk mengkonfirmasi atas perbedaan dua hasil rapid test tersebut.

Tim terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo, Ketua Satgas Covid-19 RSUD Syamrabu dr Catur Budi, dan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Agus Zain.

Mahmudi yang juga menjabat Ketua DPC Partai Hanura Bangkalan dinyatakan positif terpapar Covid-19 bersama tiga anggota DPRD Bangkalan lainnya.

Itu diketahui berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan Bangkalan di Gedung DPRD setempat, Rabu (22/4/2020) pada pukul 11.00 WIB.

Karena tidak puas, Mahmudi kemudian melakukan rapid test ulang di RS Siloam Surabaya pada pukul 22.00 WIB. Hasilnya pun dinyatakan negatif.

Ia mengaku heran karena hingga pukul 19.00 WIB dirinya belum juga mendapatkan kabar terkait hasil rapid test yang telah ia jalani di siang hari.

Selain itu, Mahmudi mengaku tidak mendapatkan lembaran detil keterangan terkait hasil dari kegiatan rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan Bangkalan.

"Di manapun hasilnya pasti keluar dalam bentuk lembaran, saya tunjukkan hasil lab dari Siloam," ungkap dia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved