Corona di Bali

Polres Buleleng Siapkan Personel Khusus Merujuk dan Memakamkan Pasien Covid-19

Polres Buleleng pada Senin (27/4/2020) melaksanakan simulasi penanganan virus corona atau Covid-19.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto Polres Buleleng saat menggelar simulasi penanganan virus corona atau covid-19, Senin (27/4/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Polres Buleleng pada Senin (27/4/2020) melaksanakan simulasi penanganan virus corona atau Covid-19.

Dengan adanya simulasi ini, Polres Buleleng kini mampu membantu masyarakat yang terpapar, untuk merujuknya ke rumah sakit, hingga memakamkan.

Dari pantauan, simulasi dimulai dengan munculnya seorang pengendara sepeda motor tanpa mengenakan helm, mengalami kecelakaan.

Namun, masyarakat tidak ada yang berani untuk mendekati korban, karena korban merupakan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali dari negara Italia.

Simple & Easy Booking at Tanaya Bed & Breakfast

Tercatat 15 Kasus Transmisi Lokal Positif Covid-19 Terjadi di Denpasar hingga Hari Ini

DaLa Spa Betel Lime Ritual

Selanjutnya, Kanit Laka Polres Buleleng menuju ke TKP dan memasang police line.

Selanjutnya Tim Reaksi Cepat Penanganan Virus Corona atau Covid-19 Polres Buleleng dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) Level II menuju ke KTP, lalu memeriksa korban, dan melarikannya ke RSUD dengan mengendarai mobil ambulance milik Polres Buleleng.

Setelah korban dilarikan ke rumah sakit, petugas kemudian langsung menyemprotkan cairan disinfektan di TKP, agar virus tidak menyebar ke masyarakat.

Wakapolres Buleleng, Kompol Loduwyk Tapilaha ditemui seusai simulasi mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk membantu petugas medis dalam mengevakuasi masyarakat yang terpapar Covid-19.

"Petugas kesehatan saat ini kan tenaganya sangat terbatas. Mereka fokus di rumah sakit dan tempat-tempat isolasi. Sehingga dengan adanya simulasi ini kami bisa membantu mereka, apabila ada korban yang diindikasi terpapar Covid-19," terangnya.

Sementara, Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma mengatakan, pihaknya telah menyiapkan petugas khusus untuk membantu penanganan Covid-19, yang terdiri dari unit TKP Lantas dan Urusan Kesehatan (Urkes), berjumlah 10 orang.

Bahkan, pihaknya juga siap membantu memakamkan, jika ada masyarakat yang meninggal karena Covid namun mendapatkan penolakan di desa asalnya.

Personel yang disiapkan untuk pemakaman berjumlah 12 orang.

"Semua personel penanganan virus corona atau covid-19 ini kami lengkapi dengan APD level II, seperti kacamata khusus, sarung tangan, sepatu boots, dan Masker N95," terangnya. (*).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved