Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

3 Tips Membesarkan Anak Agar Selalu Bahagia

Tiga hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membesarkan anak-anak yang selalu berbahagia.

Gambar oleh Modern Seoul dari Pixabay
Foto ilustrasi anak laki-laki yang tersenyum bahagia 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak orang sering mencari kebahagiaan dalam hidupnya.

Bahkan ia membeli buku-buku yang berkaitan dengan kebahagian agar bisa mempelajarinya.

Namun sebagian orang merasa masih tidak menemukan kebahagian tersebut, walau berbagai cara telah ditempuhnya.

Bagaimana mendapatkan bahagia dalam hubungan, pekerjaan, dan juga keluarga ?

Bagaimana Menerapkan Social Distancing di Maskapai Penerbangan Indonesia?

Beredar Kabar Alat Rapid Test Pemprov Bali Tak Direkomendasi BNPB, Begini Penjelasan Kadiskes

Fenomena Turunnya Kawanan Kera di Pura Goa Lawah Klungkung di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Sebabnya

Rasanya, semua tujuan hidup yang ingin dicapai setiap orang adalah untuk menjadi bahagia.

Sebagai orangtua, tentu keinginan utama kita adalah kelak anak-anak hidup bahagia.

Segala hal akan dilakukan setiap orangtua agar anak mereka merasa bahagia.

Namun, tujuan itu tidak bisa dicapai dengan mengabulkan setiap permintaan anak atau menjauhkan mereka dari rasa kecewa.

Yang perlu dilakukan orangtua adalah membantu mengembangkan rasa optimisTIS dalam hidup.

Lantas, bagaimana caranya?

Shawn Achor, penulis buku The Happiness Advatage, menyarankan tiga hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membesarkan anak-anak yang selalu berbahagia.

1. Perhatikan pilihan kata

Faktanya, ketidakbahagiaan bisa kita rasakan.

Tetapi, menurut Achor, emosi positif bisa menghilangkan dampak emosi negatif terhadap tubuh dan pikiran.

Sebagai orangtua, kita ada di posisi untuk mengajari anak-anak memberikan respons positif terhadap kondisi yang negatif.

Karena itu, bahasa yang kita pakai, dan tentu saja apa yang kita katakan, sangat berpengaruh.

Misalnya saja, kita bisa mengganti kata "tidak masuk sekolah karena sakit", menjadi "hari untuk memulihkan diri".

Meski arti katanya mungkin sama, tetapi bahasa yang dipakai lebih fokus pada hal positif.

Dengan demikian, orangtua bisa mengajak anak untuk mengisi harinya dengan beristirahat, minum banyak cairan, serta mengonsumsi sayur dan buah.

2. Mengubah kerja menjadi bermain

Kita semua sering melakukan hal-hal yang tidak kita sukai dalam hidup (meeting yang membosankan, mencuci piring, dan sebagainya).

Tetapi, jika kita melakukan pendekatan secara positif atau menghubungkan diri dengan apa yang bernilai untuk kita, biasanya dengan mudah kita tak lagi memandang hal menyebalkan itu secara negatif.

Bagaimana cara kita memandang sesuatu akan berpengaruh besar?

Demikian juga saat berhadapan dengan anak. Jika kita menyuruhnya membereskan mainan, mungkin ia akan menolak.

Tetapi, kita bisa mengajaknya untuk berlomba siapa cepat memasukkan mainan ke dalam kotaknya.

3. Banyak berbuat baik

Ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup.

Salah satunya adalah melakukan berbagai perbuatan baik tanpa memandang status dan agama orang lain.

Berikan contoh kepada anak berbagai perbuatan baik yang bisa ia tiru, misalnya, menyapa tetangga dengan ramah, tidak menyerobot antrean, tidak berkata kasar kepada orang lain, ataupun berkunjung ke rumah kerabat atau tetangga saat ada yang sakit atau perayaan hari keagamaan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Cara Membesarkan Anak Bahagia", https://lifestyle.kompas.com/read/2014/01/17/1256367/3.Cara.Membesarkan.Anak.Bahagia.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved