Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Saat Diet, Haruskan Berhenti Minum Susu?

Banyak yang meyakini, susu dan produk susu bisa memicu kenaikan berat badan, karena tinggi kandungan lemak.

Gambar oleh Couleur dari Pixabay
Foto ilustrasi susu didalam gelas 

TRIBUN-BALI.COM - Sebagian orang yang sedang menjalani diet atau usaha penurunan berat badan, kerap juga mengurangi konsumsi susu mereka demi mencapai target berat badan ideal.

Mereka meyakini, susu dan produk susu bisa memicu kenaikan berat badan, karena tinggi kandungan lemak.

Mengeliminasi susu dari daftar pola makan harian telah terbukti bermanfaat bagi orang-orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

Namun, itu tidak mutlak perlu dilakukan. Jika kamu menyukai produk susu, tidak ada salahnya tetap mengonsumsi produk tersebut.

Susu memang mengandung lemak jenuh, tetapi juga merupakan sumber kalsium dan protein.

Kalsium penting untuk menjaga tulang dan gigi tetap kuat, sementara protein membantu memperbaiki jaringan dan otot yang rusak.

WIKI BALI - Ini Syarat hingga Total Hadiah Lomba Pilem Mebarung 

Arti Mimpi Bercermin, Mengalami Sebuah Musibah yang Besar hingga Menerima Berkah

2 Insiden Kecelakaan Terjadi di Underpass Ngurah Rai Kuta & Denpasar, Satu Korban Kesadaran Menurun

Produk susu tidak menyebabkan kenaikan berat badan.

Masalah sebenarnya muncul ketika kita terlalu banyak mengonsumsi produk susu yang tidak sehat.

Ya, tidak semua produk susu baik untuk kesehatan, jadi kamu harus memilihnya sesuai kebutuhan dan mempraktikkan mindful eating alias kesadaran makan.

Mengeliminasi kelompok makanan tertentu justru berpotensi memberikn efek buruk bagi kesehatan.

Pada penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition dijelaskan, bahwa produk susu tidak menyebabkan peradangan pada tubuh, sementara peradangan sendiri disebut sebagai salah satu alasan kenaikan berat badan.

Peradangan hanya akan terjadi ketika kamu memiliki kondisi laktosa intoleran.

Nah, jika kamu sedang mengejar target berat badan ideal namun masih menggemari susu, ada beberapa jenis susu dan produk susu yang bisa menjadi alternatif konsumsi.

Presiden Tanzania Sebut Ada Buah Pepaya dan Kambing Positif Virus Corona, Hingga Curigai Sabotase

Ini yang Terjadi pada Otak Ketika Berhenti Pakai Make Up, Tingkat Kepercayaan Diri Meningkat

1. Yoghurt

Yoghurt yang kita perlukan di sini bukanlah yoghurt berperisa.

Cobalah mengonsumsi semangkuk plain yoghurt dengan beberapa butir buah berry atau kacang-kacangan.

Plain yoghurt umumnya rendah kandungan lemak dan membantu menyehatkan usus. Kamu bisa mengonsumsinya sebagai camilan untuk menghindari makanan ringan tidak sehat.

2. Keju cottage

Sebanyak 100 gram keju cottage mengandung sekitar 11 gram protein.

Produk susu ini membantu mendorong pertumbuhan otot dan menjaga perut tetap kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama.

Keju cottage rendah kalori, tetapi kamu tetap harus berhati-hati dengan jumlah natrium yang ditambahkan ke dalamnya.

4 Kesalahan Ini Paling Sering Membuat Ayam Goreng Tepung Tidak Bisa Keriting

3. Susu skim

Susu skim bebas dari lemak dan kalori. Kamu bisa mengonsumsi segelas susu skim setelah berolahraga, untuk memberi energi pada tubuh dan memperbaiki jaringan yang rusak.

Tapi, hindari menambahkan gula ke dalam susu yang akan kamu konsumsi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Haruskah Berhenti Minum Susu Saat Sedang Diet?"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved